Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Ungkap Kinerja Bank Syariah Lebih Oke dari Bank Konvensional

Tidak hanya pada masa pandemi saat ini, daya tahan perbankan syariah yang lebih tinggi juga terlihat pada masa krisis 2008 lalu.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  10:54 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020)  -  Foto: Kemenkeu RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kinerja perbankan syariah di Tanah Air mencatatkan pertumbuhan yang stabil, bahkan tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan perbankan konvensional di tengah pandemi Covid-19.

Tidak hanya pada masa pandemi saat ini, daya tahan perbankan syariah yang lebih tinggi juga terlihat pada masa krisis 2008 lalu.

“Yang cukup menarik dalam kondisi yang sangat menekan akibat Covid-19, intermediasi perbankan nasional cenderung mengalami penurunan, tapi kinerja perbankan syariah justru stabil dan tumbuh lebih tinggi dibandingkan bank konvensional,” katanya dalam acara Sharia Business and Academic Sinergy (SBAS) 2020, Selasa (29/12/2020).

Dari sisi aset, perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yaitu naik 10,97 persen secara tahunan, dibandingkan dengan bank konvensional yang pertumbuhannya tercatat sebesar 7,7 persen secara tahunan.

Dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah pada periode yang sama tercatat tumbuh 11,56 persen secara tahunan, sedikit di atas kenaikan DPK bank konvensional yang sebesar 11,49 persen.

Sementara dari sisi pembiayaan, bank syariah tumbuh 9,42 persen secara tahunan, jauh lebih tinggi dari bank konvensional yang hanya tumbuh 0,55 persen secara tahunan.

“Artinya industri terutama bank syariah memiliki posisi yang cukup stabil,” katanya.

Dari sisi daya tahan pun, permodalan perbankan syariah juga cenderung stabil, dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat pada level 23,5 persen dan rasio pembiayaan bermasalah (nonperforming financing ratio/NPF) sebesar 3,31 persen.

Sri Mulyani menyampaikan kinerja perbankan syariah yang masih melaju positif meski di tengah krisis ini dapat dijadikan sebagai jembatan atau modal awal untuk terus mengembangkan ekosistem keuangan syariah yang berkualitas baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah perbankan sri mulyani kinerja bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top