Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rasio Kredit UMKM Rendah, Bank Diminta Proaktif Bimbing Segmen Unbankable

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio kredit UMKM per Oktober 2020 tercatat 18,71% dengan baki kredit Rp1.025 triliun. Bahkan posisi baki kredit ini pun turun 1,6% secara tahunan.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 05 Januari 2021  |  18:32 WIB
Ilustrasi Bank - Istimewa
Ilustrasi Bank - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Rasio kredit usaha kecil mikro menengah (UMKM) perbankan masih belum memenuhi aturan. Perbankan diharap melakukan ekspansi ke debitur unbankable.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio kredit UMKM per Oktober 2020 tercatat 18,71% dengan baki kredit Rp1.025 triliun. Bahkan posisi baki kredit ini pun turun 1,6% secara tahunan.

Ketentuan mengenai kewajiban pemenuhan kredit UMKM diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/12/PBI/2015 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/22/PBI/2012 tentang Pemberian Kredit atau Pembiayaan oleh Bank Umum dan Bantuan Teknis dalam Rangka Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Perbankan suah harus memenuhi rasio kredit UMKM 20% sejak 2018.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menyampaikan perbankan masih ekspansi kredit pada 2020 tergolong menantang termasuk untuk kredit UMKM.

Pandemi membuat perbankan lebih banyak fokus pada restrukturisasi kredit dan bahkan memangkas baki kredit yang dimilikinya untuk dapat menjaga kualitas.

Namun, dia menyebutkan perbankan pun juga masih belum terlalu agresif dalam melakukan penetrasi debitur unbankable, yang sebenarnya memiliki potensi cukup baik untuk fungsi intermediasi.

"Permasalahan memang cukup berat pada masa pandemi tahun ini. Namun, ekspansi untuk debitur unbankable masih belum optimal," katanya, Selasa (5/1/2020).

Dia menyebutkan upaya pengembangan UMKM juga merupakan prinsip keuangan berkelanjutan yang sudah menjadi tanggung jawab perbankan.

"Ini kan juga masuk dalam keuangan berkelanjutan, sehingga bank sebenarnya juga tidak boleh pasif. Harus pro aktif membimbing banyak debitur baru untuk masih dalam sistem perbankan," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit umkm
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top