Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Miliki 3 Rencana Ekspansi Anorganik, BTN Alokasikan Rp1 Triliun

Direktur BTN Setiyo Wibowo mengatakan persero memiliki 3 rencana pengembangan anorganik yang dimulai tahun ini antara lain pendirian teknologi finansial KPR, pendirian asuransi jiwa, dan pendirian manajer investasi.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  15:54 WIB
Karyawati PT Bank Tabungan Negara memberikan penjelasan mengenai produk perbankan kepada nasabah di Jakarta, Senin (8/1). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawati PT Bank Tabungan Negara memberikan penjelasan mengenai produk perbankan kepada nasabah di Jakarta, Senin (8/1). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengalokasikan Rp1 triliun untuk aksi korporasi tahun ini.

Direktur BTN Setiyo Wibowo mengatakan persero memiliki 3 rencana pengembangan anorganik yang dimulai tahun ini antara lain pendirian teknologi finansial (tekfin) KPR, pendirian asuransi jiwa, dan pendirian manajer investasi.
 
"Untuk aksi korporasi kami sudah mengajukan, dana yang akan kami sediakan itu sekitar Rp700 miliar hingga Rp1 triliun," sebutnya dalam paparan kinerja BTN 2020, Senin (15/2/2021).

Dia memaparkan perseroan selama ini menyalurkan KPR cukup agresif dengan produk bundling asuransi jiwa. Perseroan berharapnya produk asuransi jiwa ke depannya juga berasal dari grup BTN. Adapun, proses pendirian dapat melalui akuisisi atau pendirian instansi baru.

Untuk pendirian tekfin, perseroan akan melakukan joint venture. Tekfin tersebut tetap akan masuk dalam ekosistem KPR sehingga menopang kerja operasional BTN.

Terakhir, perseroan juga akan melanjutkan pendirian manajer investasi. Hanya perseroan tak banyak memaparkan rencana terkait aksi korporasi ini.

"Skema-skemanya masih dalam kajian, tentunya kami belum bisa paparkan lebih detail dalam kesempatan ini."

Pada 2019, BTN mengakuisisi PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM) yang merupakan anak usaha PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Bank pelat merah ini membeli 33.000 lembar saham atau 30% saham PNM pada PNMIM dengan dana Rp114,3 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn perbankan akuisisi
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top