Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cuan Naik 50 Persen, Bank Mega Buka-Bukaan Soal Kinerjanya

Direktur Utama PT Bank Mega Tbk. Kostaman Thayib pun mengatakan tantangan selama masa pandemi tergolong cukup berat bagi indutri perbankan karena kinerja ekonomi riil terkontraksi.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  15:42 WIB
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mega di Jakarta, Rabu (11/11/2020). Bank Mega mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja positif hingga akhir September 2020, laba sebelum pajak naik 27,7 persen menjadi Rp 2,2 triliun dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 1,7 triliun. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mega di Jakarta, Rabu (11/11/2020). Bank Mega mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja positif hingga akhir September 2020, laba sebelum pajak naik 27,7 persen menjadi Rp 2,2 triliun dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 1,7 triliun. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mega Tbk. (MEGA) membukukan perolehan laba bersih Rp3 triliun, melesat 50,2% dibandingkan dengan perolehan laba bersih 2019 senilai Rp2 triliun.

Direktur Utama PT Bank Mega Tbk. Kostaman Thayib pun mengatakan tantangan selama masa pandemi tergolong cukup berat bagi indutri perbankan karena kinerja ekonomi riil terkontraksi.

Namun, perseroan cukup beruntung kanrea kinerja intermediasi masih dapat berjalan, diikuti dengan efisiensi operasional sehingga masih dapat mencetak pertumbuhan laba.

"Laba kami masih tumbuh, bahkan di tengah industri perbankna yang terkontraksi sampai 30% lebih. Bahkan, dari bank yang telah memaparkan kinerjanya, laba kami tercatat terbesar keempat," katanya dalam pubex Bank Mega, Rabu (17/2/2021).

Sebagai informasi, di tengah pandemi Covid-19, kenaikan laba bersih yang dicatatkan oleh Bank Mega disokong oleh pendapatan bunga bersih (net interest income) sebesar Rp 3,91 triliun, naik 9,2% dari sebelumnya Rp 3,58 triliun.

Perusahaan juga mencatatkan kenaikan penyaluran kredit sebesar Rp48,48 triliun, terkontraksi 8,54% dari periode tahun sebelumnya sebesar Rp53,01 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mega tercatat tumbuh 8,79% menjadi Rp79,18 triliun dari sebelumnya Rp72,79 triliun.

Adapun, rasio kredit bermasalah/non performing loan (NPL) Bank Mega sepanjang 2020 secara gross turun menjadi 1,39% dari tahun lalu 2,46%. Dari sisi permodalan, CAR perseroan masih cukup tebal, yakni 31,04% dengan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) di level 60,04%.

Hal ini membuat total aset MEGA naik menjadi Rp 112,20 triliun dari sebelumnya Rp 100,80 triliun. Nilai tersebut terdiri dari liabilitas sebesar Rp94,99 triliun dan ekuitas sebesar Rp18,20 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank mega laba bank
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top