Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Profil Tujuh Direksi BPJS Ketenagakerjaan, Ada Mantan Bos BNI hingga ASN KPK

Dalam salinan dokumen yang diterima Bisnis, Anggoro Eko Cahyo ditetapkan sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan. Dia merupakan Mantan Wakil Direktur Utama PT BNI (Persero) Tbk.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  21:01 WIB
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo telah menetapkan tujuh orang direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan. Dari ketujuh nama itu, terdapat tiga orang deputi direktur BPJS Ketenagakerjaan yang naik jabatan, hingga aparatur sipil negara Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Jokowi telah menetapkan tujuh orang nama direksi BPJS Ketenagakerjaan periode 2016–2021 pada Jumat (19/2/2021). Ketujuh orang itu disaring dari 14 nama yang diajukan Panitia Seleksi Calon Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam salinan dokumen yang diterima Bisnis, Anggoro Eko Cahyo ditetapkan sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan. Dia merupakan Mantan Wakil Direktur Utama PT BNI (Persero) Tbk.

Anggoro merupakan lulusan Teknik dan Manajemen Industri dari Institut Teknologi Indonesia dan Magister Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Karirnya di BNI terus menanjak dari posisi Pemimpin Kantor Wilayah Jakarta Kota BNI pada 2010–2011.

Selain Anggoro, Jokowi menetapkan enam orang lainnya sebagai direksi BPJS Ketenagakerjaan. Nantinya, para direksi ini akan membagi kewenangannya secara mandiri sehingga presiden hanya menunjuk menetapkan jabatan tertentu bagi Anggoro.

Satu dari enam nama Direksi BPJS Ketenagakerjaan periode 2021–2026 di antaranya adalah Abdur Rahman Irsyadi. Sebelumnya dia merupakan Deputi Direktur Bidang Human Capital BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelum menjabat sebagai Deputi Direktur, Abdur pernah menjadi Ketua Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan. Dia merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM).

Direksi selanjutnya yang ditetapkan oleh Jokowi adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) KPK Asep Rahman Swandha. Dia menjabat sebagai Koordinator Wilayah VI Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK.

Direksi selanjutnya yakni Edwin Michael Ridwan, SVP Investasi Pasar Modal dan Pasar Uang PT Taspen (Persero). Alumnus Universitas Indonesia ini pernah menjabat di sejumlah perusahaan sebelum bergabung ke Taspen, seperti PT Bahana Sekuritas dan PT Danareksa Investment Management.

Deputi Direktur Bidang Aktuaria BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro serta Deputi Direktur Bidang Kepesertaan, Korporasi, dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan Zainuddin yang turut menjadi direksi. Artinya, terdapat tiga pejabat deputi direksi yang naik jabatan.

Terakhir, direksi BPJS Ketenagakerjaan yang ditunjuk Jokowi adalah Roswita Nilakurnia. Sebelumnya dia merupakan Direktur Keuangan, SDM, dan Umum PT Pulo Mas Jaya, anak perusahaan PT Jakarta Propertindo (JAKPRO) yang bergerak di bidang pengembang properti. Dikabarkan, pelantikan direksi dan dewan pengawas BPJS akan berlangsung pada Senin pekan depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi BP Jamsostek bpjs ketenagakerjaan
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top