Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Gojek, GIC Singapura Jadi Investor Bank Jago (ARTO)

Berdasarkan surat pernyataan dalam rangka PUT II Bank Jago tanggal 9 Februari, GIC menyatakan memiliki dana yang cukup sampai dengan jumlah sebanyak-banyaknya US$225 juta atau setara Rp3,15 triliun.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  09:32 WIB
Logo PT Bank Jago Tbk. Bank ini dahulu bernama PT Bank Artos Indonesia Tbk. Setelah pemegang saham baru masuk, bisnis model bank diubah dengan fokus melayani segmen menengah dan mass market dan bertumpu pada teknologi digital. - istimewa
Logo PT Bank Jago Tbk. Bank ini dahulu bernama PT Bank Artos Indonesia Tbk. Setelah pemegang saham baru masuk, bisnis model bank diubah dengan fokus melayani segmen menengah dan mass market dan bertumpu pada teknologi digital. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Jago Tbk. bersiap mendapatkan calon investor baru. Setelah dibeli Gojek, saham emiten berkode ARTO itu kali ini akan dibeli oleh GIC (Government of Singapore Investment Corporation Private Limited), lembaga dana investasi miliki pemerintah Singapura.

GIC akan masuk ke perseroan lewat aksi korporasi yang akan digelar bulan depan, yakni rights issue. Seperti diberitakan, ARTO akan menggelar penawaran umum saham terbatas (PUT) II dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). 

Berdasarkan prospektus perseroan yang dikutip Bisnis, Jumat (26/2/2021), ARTO bakal menerbitkan 3 miliar saham baru senilai Rp100 per saham dan mengincar dana segar sebesar Rp7,05 triliun.

Selaku investor strategis, GIC akan melaksanakan sekitar 1,19 miliar HMETD yang merupakan pengalihan dari MEI dan DKAB.

MEI alias PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia yang dimiliki oleh Jerry Ng, adalah pemegang saham pengendali ARTO dengan porsi sebesar 37,65%. Adapun, DKAB alias PT Dompet Karya Anak Bangsa (Gojek) merupakan pemegang saham utama ARTO dengan porsi kepemilikan sebesar 22,16%.

Berdasarkan surat pernyataan dalam rangka PUT II Bank Jago tanggal 9 Februari, GIC menyatakan memiliki dana yang cukup sampai dengan jumlah sebanyak-banyaknya US$225 juta atau setara Rp3,15 triliun.

Sebelumnya, Direktur Kepatuhan Bank Jago Tjit Siat Fun menyampaikan tujuan penerbitan saham baru melalui rights issue yakni untuk memperkuat struktur modal sehingga dapat memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun. Adapun, modal inti perseroan saat ini senilai sekitar Rp1,2 triliun.

Tujuan lainnya yakni untuk melakukan investasi infrastruktur IT dan rekrutmen sumber daya manusia yang relevan dengan aspirasi Bank Jago menjadi bank berbasis teknologi yang tertanam dalam suatu ekosistem.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan right issue bank jago
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top