Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Jago (ARTO) Bakal Luncurkan Mobile Banking, Integrasi ke Gojek Tahun Ini

Nantinya, puluhan juta pengguna Gojek dapat langsung membuka rekening di Bank Jago dan mengelola keuangan melalui aplikasi Gojek.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  10:29 WIB
Direktur Utama Bank Jago, Kharim Indra Gupta Siregar. - Bisnis/Rivki Maulana
Direktur Utama Bank Jago, Kharim Indra Gupta Siregar. - Bisnis/Rivki Maulana

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Jago Tbk berencana meluncurkan sejumlah layanan perbankan melalui aplikasi mobile banking bulan ini sebelum menawarkan produk secara lengkap.

Dilansir dari Bloomberg Presiden Direktur Bank Jago Kharim Indra Gupta Siregar dan Komisaris Anika Faisal mengatakan perseroan kemudian berencana mengintegrasikan layanannya ke platform Gojek tahun ini.

Dengan demikian, puluhan juta pengguna Gojek dapat langsung membuka rekening di Bank Jago dan mengelola keuangan melalui aplikasi Gojek.

Seperti diketahui. Gojek di bawah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa menjadi pemegang saham emiten perbankan dengan kode saham ARTO ini. Selain itu, sovereign wealth fund asal Singapura GIC Pte. Juga menjadi pemegang saham Bank Jago.

“Kami sangat melihat perubahan gaya hidup melalui telepon seluler. Perbankan digital harus mudah, cepat dan aman. Siapapun yang bisa melakukannya dengan baik akan menang. Kami ingin berada di posisi puncak itu," ungkap Kharim dikutip dari Bloomberg, Jumat (5/3/2021).

Investasi Gojek dan GIC telah meningkatkan optimisme bahwa bank kecil dengan total aset hanya US$116,2 juta (Rp1,66 triliun) per September 2020 dapat menjadi bank digital pertama yang melayani masyarakat.

Sahamnya ARTO telah melonjak 265 persen dalam setahun terakhir ke rekor tertinggi Rp11.150 pada Rabu (3/3). Hari ini, saham ARTO menguat 5,16 persen ke level Rp9.700 per saham pada pukul 10.13 WIB.

Unbanked Population

Indonesia adalah salah satu pasar dengan unbanked population atau penduduk yang tidak memiliki rekening bank terbesar di Asia, yang mencapai 52 persen. Di sisi lain, 70 persen penduduk Indonesia memiliki ponsel pintar dan dengan cepat terbiasa menggunakan pembayaran digital seperti GoPay dan OVO sebagai cara untuk melakukan pembelian dan bertransaksi.

“Bank Jago sudah dalam proses mentransformasikan dirinya menjadi bank digital, namun menghadirkan GIC akan memberikan kenyamanan dalam hal tata kelola bank serta tentunya mendatangkan dana baru,” kata pendiri CrossASEAN Research Angus Mackintosh.

Ia menambahkan , harapan merger Gojek dengan raksasa e-commerce Indonesia Tokopedia menjadi pertanda baik bagi ARTO, tambahnya.

“Basis nasabah potensial Bank Jago akan semakin besar dengan asumsi merger Gojek-Tokopedia, sehingga membuka nasabah dan penjual Tokopedia sebagai nasabah potensial,” lanjutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan Gojek bank jago

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top