Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lagi! Saham Bank Harda (BBHI) Melonjak Sentuh ARA

Informasi terakhir terkait aksi korporasi Bank Harda yaitu rencana penambahan modal melalui rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 7,5 miliar saham.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 08 April 2021  |  12:04 WIB
Kantor Bank Harda Internasional - bankbhi.co.id
Kantor Bank Harda Internasional - bankbhi.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Bank Harda Internasional Tbk. (BBHI) kembali menyentuh batas auto rejection atas (ARA) pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Kamis (8/4/2021).

Harga saham BBHI melonjak 290 poin atau 25 persen ke level 1.450. Saham Bank Harda juga dibuka menguat menjadi 1.260 pada pembukaan perdagangan.

Hingga sesi I hari ini, saham BBHI bergerak di rentang 1.260 hingga 1.450, dengan volume sebanyak 21 juta saham dan turnover senilai Rp29,46 miliar.

Price earning ratio (PER) Bank Harda tercatat sebesar 163,93x dan kapitalisasi pasar senilai Rp6,07 triliun. Saham BBHI ditransaksikan sebanyak 6.787 kali.

Informasi terakhir terkait aksi korporasi Bank Harda yaitu rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 7,5 miliar saham.

Penerbitan saham baru ini setara dengan 64,19 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan. PT Mega Corpora, perusahaan yang dimiliki oleh Chairul Tanjung, yang belum lama ini mengakuisisi perseroan, menyatakan akan kembali mengeksekusi haknya dalam rights issue kali ini.

Rights issue akan dilakukan setelah perseroan mengantongi persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar pada 7 Mei 2021.

Meski harga sahamnya melonjak pada sesi I hari ini, tetapi kinerja saham BBHI tercatat melemah sejak diakuisisi PT Mega Corpora, perusahaan milik Chairul Tanjung.

Pada 15 Maret 2021 Mega Corpora resmi mengambilalih saham Bank Harda dari PT Hakimputra Perkasa seluruhnya sejumlah 3.084.461.000 saham atau sebesar 73,71 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Dengan demikian, Mega Corpora merupakan pengendali baru pada Bank Harda.

Pada perdagangan 15 Maret 2021, saham BBHI berakhir di zona merah atau melemah 6,90 persen ke level Rp1.955. Pelemahan pada harga sahamnya terjadi beruntun selama empat hari perdagangan. Keesokan harinya, saham BBHI ditutup menguat 0,63 persen pada 19 Maret 2021 dan 6,25 persen ke level Rp1.700 pada 22 Maret 2021.

Pada hari berikutnya, koreksi saham berlanjut hingga hari perdagangan tanggal 6 April 2021. Jika dibandingkan dengan level harga sebelum akuisisi sebesar Rp2.100 pada 12 Maret 2021, maka harga saham BBHI di sesi I hari ini sudah terkoreksi 30,95 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chairul tanjung saham bank bank kecil Bank Harda
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top