Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPR Syariah Makin Diminati, Ini Alasannya

Data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) OJK menunjukkan pembiayaan untuk pemilikan rumah tinggal mencapai Rp39,51 triliun per Januari 2021.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 13 April 2021  |  15:33 WIB
Ilustrasi lembaga keuangan syariah. - Istimewa
Ilustrasi lembaga keuangan syariah. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pembiayaan melalui bank syariah semakin menjadi pilihan masyarakat untuk pemilikan rumah tinggal. Hal itu tercermin dari kenaikan pembiayaan untuk pemilikan rumah tinggal di bank syariah yang melampaui pertumbuhan bank konvensional.

Data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) OJK menunjukkan pembiayaan untuk pemilikan rumah tinggal mencapai Rp39,51 triliun per Januari 2021. Angka pembiayaan itu berasal dari bank syariah BUKU 2 sebesar Rp8,12 triliun dan BUKU 3 sebesar Rp31,39 triliun.

Pembiayaan pada bulan pertama tersebut tumbuh 13,84 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, atau tumbuh 0,55 persen dibandingkan dengan posisi Desember 2020.

Di sisi lain, kredit untuk pemilikan rumah tinggal oleh bank konvensional tumbuh 3,28 persen secara yoy pada Januari 2021, tetapi minus 0,11 persen dibandingkan dengan posisi Desember 2020.

Direktur Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Institute Pertanian Bogor (CIEST-IPB) Irfan Syauqi Beik mengatakan data itu menunjukkan pembiayaan rumah tinggal oleh bank syariah semakin diminati masyarakat. Menurutnya, ada beberapa alasan yang mendorong masyarakat semakin minat terhadap pembiayaan syariah.

Pertama, dari sisi kepastian cash flow. Pembiayaan KPR syariah bersifat fixed rate sampai akhir periode pembiayaan.

Adanya margin tetap membuat perencanaan keuangan rumah tangga jadi lebih baik. "Bunga KPR konvensional bisa fluktuatif. Mungkin lima tahun pertama bunganya fix, tapi setelah itu cenderung naik dan bisa berubah. Buat konsumen, kepastian cash flow sangat penting," katanya, Selasa (13/4/2021).

Alasan kedua, karena permintaan akan produk halal, termasuk halal finance semakin meningkat. Hal ini memengaruhi pertumbuhan KPR syariah.

Faktor berikutnya, KPR syariah menawarkan berbagai pilihan akad yang lebih banyak dibandingkan dengan konvensional. Nasabah dapat memiliki akad sesuai dengan kebutuhannya.

"Akadnya bisa murabahah, istishna, maupun musyarakah mutanaqishoh. Pendeknya, masing-masing akad memiliki kriteria tersendiri sehingga nasabah memiliki opsi kontrak yang akan dipilih, disesuaikan dengan kebutuhannya," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah kpr perumahan
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top