Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apa Itu Bitcoin dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Bitcoin adalah sebuah mata uang baru atau uang elektronik yang diciptakan pada 2009 lalu oleh seseorang yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto.
Hanafi Nurmahdi
Hanafi Nurmahdi - Bisnis.com 15 April 2021  |  10:54 WIB
Ilustrasi Bitcoin  -  Pando
Ilustrasi Bitcoin - Pando

Bisnis.com, JAKARTA - Bitcoin kerap dianggap sebagai sebuah instrumen investasi baru yang potensial dalam memaksimalkan keuntungan. Nama Bitcoin sendiri sudah terdengar cukup lama dengan antusiasme pegiat investasi pada salah satu jenis cryptocurrency ini.

Keuntungan yang ditawarkan begitu menggiurkan karena peningkatan valuasinya dari waktu ke waktu sangat luar biasa. Di Indonesia sendiri sudah banyak basis penggunanya bahkan beberapa perusahaan berdiri khusus untuk menjadi platform jual beli (transaksi) Bitcoin.

Apa itu Bitcoin?
Bitcoin adalah sebuah mata uang baru atau uang elektronik yang diciptakan pada 2009 lalu oleh seseorang yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto, seperti dilansir dari Investopedia.com. Bitcoin utamanya digunakan dalam transaksi di internet tanpa menggunakan perantara alias tidak menggunakan jasa bank.

Bitcoin menggunakan sistem peer to peer (P2P). Namun, sistemnya bekerja tanpa penyimpanan atau administrator tunggal di mana Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut Bitcoin sebagai sebuah mata uang yang terdesentralisasi.

Tidak seperti mata uang lain pada umumnya, Bitcoin tidak bergantung pada satu penerbit utama. Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node-node dari sebuah jaringan P2P ke jurnal transaksi.

Sejarah Bitcoin
Pada 18 Agustus 2008, domain Bitcoin.org sudah terdaftar. Domain ini sudah Dilindungi oleh WhoisGuard, yang berarti identitas penggunanya bukanlah informasi publik.

Kemudian pada 31 Oktober 2008, Satoshi Nakamoto membuat pengumuman di Milis Kriptografi di metzdowd.com.

“Saya telah mengerjakan sistem keuangan elektronik baru yang sepenuhnya peer-to-peer, tanpa pihak ketiga,” Magna Carta tentang bagaimana Bitcoin beroperasi mulai hari ini.

Pada 03 Januari 2009, Block pertama dari blockchain Bitcoin yang diluncurkan dapat diartikan sebagai sebuah pernyataan, sebuah petunjuk, atau hanya sebagai penanda. Para pengguna cryptocurrency yakin bahwa ini merupakan sebuah pernyataan khusus dari Satoshi setelah muncul di koran ‘The Times: Chancellor on brink of second bailout for banks’ pada tanggal yang sama.

Versi pertama dari perangkat lunak Bitcoin diumumkan di milis Kriptografi pada 8 Januari 2009. Dan hari berikutnya, Blok 1 ditambang, dan penambangan Bitcoin sudah mulai berjalan.

Bagaimana Cara Kerjanya?
Sebagai pengguna baru, hal pertama ialah dengan meng-install wallet Bitcoin di komputer atau ponsel. Langkah ini secara otomatis akan membuat alamat Bitcoin pertama. Sama seperti email, kita bisa saling berbagi alamat Bitcoin kepada orang lain, sehingga mereka bisa membayar atau sebaliknya. Namun, alamat Bitcoin sebaiknya hanya digunakan sekali saja.

Rantai-blok (blockchain) adalah sebuah catatan transaksi publik di mana jaringan Bitcoin bersandar. Semua transaksi yang telah dikonfirmasi tersimpan di dalam rantai-blok. Dengan demikian, wallet Bitcoin dapat menghitung sisa uang yang dapat dibelanjakan serta transaksi-transaksi baru dapat diverifikasi untuk memastikan bahwa memang dimiliki oleh pengguna itu.

Private Keys, sebuah transaksi transfer nilai antar wallet Bitcoin yang dimasukkan ke dalam rantai-blok. Wallet Bitcoin menyimpan sebagian data rahasia yang disebut kunci pribadi atau seed, yang digunakan untuk menandatangani transaksi, memberikan bukti matematis bahwa memang benar berasal dari pemilik wallet.

Pertambangan adalah sistem digunakan untuk mengonfirmasi antrian transaksi dengan memasukkannya ke dalam rantai-blok. Proses ini menegaskan urutan kronologis rantai-blok, melindungi netralitas jaringan, dan memungkinkan komputer lain untuk menyetujui keadaan sistem. Agar dapat dikonfirmasi, transaksi haruslah dirangkai dalam sebuah blok yang sesuai dengan aturan kriptografi ketat dan akan diverifikasi oleh jaringan.

Pertambangan juga seperti sebuah lotre yang kompetitif dalam mencegah setiap individu menambahkan blok baru dengan mudah secara berturut-turut ke dalam rantai-blok.

Cara Membeli Bitcoin
Ada banyak pendukung yang percaya bahwa Bitcoin adalah mata uang digital di masa depan. Meskipun tidak didukung oleh pemerintah atau bank sentral mana pun, Bitcoin dapat ditukar dengan mata uang tradisional. Namun pada kenyataannya, nilai tukar Bitcoin terhadap dolar menarik calon investor yang tertarik pada investasi mata uang.

Pada Maret 2014, IRS menyatakan bahwa semua mata uang virtual, termasuk Bitcoin, akan dikenakan pajak sebagai properti, bukan mata uang. Keuntungan atau kerugian dari Bitcoin yang disimpan sebagai modal akan direalisasikan sebagai laba/rugi modal, sedangkan Bitcoin yang disimpan sebagai persediaan akan dihitung sebagai laba/rugi biasa.

Seperti investasi lainnya, prinsip beli rendah dan jual tinggi berlaku untuk Bitcoin. Cara paling kuno untuk mengumpulkan mata uang adalah dengan membeli di bursa Bitcoin, tetapi juga ada cara lain untuk menghasilkan dan memiliki Bitcoin.

Gimana, Sobat Bisnis tertarik investasi di Bitcoin? 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin mata uang kripto
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top