Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei BI: Kebijakan Kredit Mulai Longgar, Penyaluran Kuartal II Lebih Kuat

Hal itu terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 2,8 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan 4,0 persen pada kuartal sebelumnya.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 21 April 2021  |  10:40 WIB
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan penyaluran kredit baru akan lebih meningkat lagi pada kuartal kedua 2021.

Hal ini terindikasi dari SBT penyaluran kredit baru sebesar 93,3 persen, meningkat dari 30,4 persen pada kuartal I/2021. Peningkatan tersebut akan didorong oleh kredit konsumsi, diikuti oleh kredit modal kerja dan kredit investasi.

Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono menyampaikan standar penyaluran kredit pada kuartal II/2021 diprakirakan tidak seketat periode sebelumnya.

Hal itu terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 2,8 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan 4,0 persen pada kuartal sebelumnya.

"Aspek kebijakan penyaluran yang diprakirakan tidak seketat triwulan sebelumnya antara lain premi kredit berisiko, agunan, dan persyaratan administrasi," sebutnya dalam siaran pers BI, Rabu (21/4/2021).

Dia melanjutkan hasil survei mengindikasikan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2021.

Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2021 sebesar 6,0 persen (yoy). Optimisme tersebut antara lain didorong oleh kondisi moneter dan ekonomi, serta relatif terjaganya risiko penyaluran kredit.

Sebagai informasi, pertumbuhan kredit secara year-to-date mulai tercatat positif pada akhir kuartal pertama tahun ini. Hal ini justru menunjukkan penyaluran kredit perbankan pada masa pemulihan ekonomi masih berjalan.

Bank Indonesia mengumumkan pertumbuhan kredit per Maret 2021 terkontraksi 4,13 persen. Dengan demikian, baki kredit per Maret 2021 berada di kisaran Rp5.542,78 triliun, atau lebih tinggi 1,11 persen secara year-to-date (ytd) dari Rp5.481,56 triliun.

Pada Februari 2021, kredit terkontraksi 2,15 persen secara tahunan menjadi Rp5.419,1 triliun. Dengan demikian, pertumbuhan secara year-to-date tercatat -1,13 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia perbankan kredit penyaluran kredit
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top