Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Millennials, Ini Kunci Investasi Kripto

Cryptocurrency merupakan aset dengan volatilitas tinggi. Artinya harga aset kripto memiliki kemungkinan naik yang tinggi tapi kemungkinan turun yang tinggi
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 04 Juni 2021  |  09:13 WIB
Ilustrasi perdagangan Bitcoin. - Istimewa
Ilustrasi perdagangan Bitcoin. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai kaum millennials juga perlu melek berinvestasi. Mulai berinvestasi dari menyisihkan orang tua pun bukan masalah.

Pakar Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan salah satu alasan yang membuat anak muda khawatir saat berinvestasi kripto karena tidak menggunakan ‘uang nganggur’ atau uang dingin.

“Jadi kuncinya adalah uang nganggur, yang bikin anak muda panas dingin dia gak pakai uang nganggur,” imbuh Safir dalam sesi webinar peluncuran layanan aset kripto oleh Treasury, Kamis (3/6/2021).

Adapun yang dingin yang dimaksud adalah uang yang bukan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan tidak digunakan untuk keperluan tertentu atau mendesak.

Safir juga menjelaskan pastikan uang dingin tersebut bertahan dalam beberapa satu sampai dua tahun ke depan bukan uang yang akan dipakai dalam hitungan bulan.

“Pastikan uang nganggur itu, mungkin satu atau dua tahun kedepan uang tersebut betul-betul nganggur (tidak dipakai),” imbuhnya.

Safir juga menjelaskan, jika Anda menggunakan uang untuk keperluan kuliah yang akan dipakai dalam waktu dekat maka itu sangat berisiko. Ketika Anda menarik uang tersebut ketika kondisi pasar global belum kondusif ketika harga sedang turun.

Perlu diingat, cryptocurrency merupakan aset dengan volatilitas tinggi. Artinya harga aset kripto memiliki kemungkinan naik yang tinggi tapi kemungkinan turun yang tinggi.

“Kalau pakai uang nganggur dijamin kita gak bakal panas dingin, kalau turun tenang aja, kalau naik syukur karena itu uang nganggur ketika turun beli lagi aja,” jelasnnya.

Setelah menggunakan uang dingin, Safir juga menyarankan jangan sampai Anda tenggelam dalam tren terkini atau FOMO (Fear Of Missing Out). Hal tersebut dapat berimbas pada tingginya kerugian yang ditanggung oleh para investor.

“Kalau harganya lain naik tinggi jangan FOMO, jangan ikut-ikutan,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi cryptocurrency mata uang kripto
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top