Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Allianz Life Syariah Catatkan Potensi Manfaat Wakaf Rp24,8 Miliar

Industri asuransi syariah bisa memberikan manfaat wakaf kepada pemegang polisnya setelah terdapat fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 03 Agustus 2021  |  17:41 WIB
Nasabah beraktivitas di depan logo Allianz di Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Abdurachman
Nasabah beraktivitas di depan logo Allianz di Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Unit Usaha Syariah PT Asuransi Allianz Life Indonesia mencatatkan potensi wakaf lebih dari Rp24,8 miliar dari nasabah-nasabahnya yang memilih layanan tersebut. Wakaf dinilai memiliki manfaat lebih bagi pemegang polis asuransi syariah karena bukan hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri.

Head of Sharia Marketing & Business Support Allianz Life Indonesia Hendra Gunawan menjelaskan bahwa sejak 2016, industri asuransi syariah bisa memberikan manfaat wakaf kepada pemegang polisnya setelah terdapat fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Pada 2019, Allianz pun mengembangkan manfaat wakaf bagi para nasabahnya dan produk itu terus berkembang. Meskipun saat ini baru 4 persen nasabah Allianz Life Syariah yang telah memilih layanan wakaf, jumlah manfaatnya cukup besar.

"Sampai Juni 2020 potensi wakaf mencapai lebih dari Rp24,8 miliar, yang berasal dari 298 peserta yang berkomitmen mewakafkan sebagian dari santunan asuransinya," ujar Hendra pada Rabu (3/8/2021) dalam gelaran Media Workshop Allianz Indonesia.

Wakaf dalam asuransi syariah berasal dari pengalokasian manfaat asuransi, yakni dari santunan asuransi atau potensi manfaat investasi. Alokasi wakaf dapat mencapai maksimal 45 persen dari santunan asuransi atau maksimal satu per tiga potensi manfaat investasi, dan selebihnya diberikan kepada akhir waris.

Menurut Hendra, pihaknya menggunakan istilah potensi wakaf karena dana tersebut baru akan direalisasikan jika pemegang polis asuransi syariah wafat. Allianz pun meyakini potensi wakaf di Indonesia masih sangat besar dan bisa dioptimalkan.

Dia menilai bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat wakaf dari produk asuransi syariah. Hal itu menjadi kendala tersendiri, selain literasi dan inklusi asuransi yang juga masih relatif kecil di Indonesia.

"Fitur wakaf ini dampaknya besar baik dari sisi ekonomi, sosial dan budaya. Hal ini yang terus kita gencarkan dan kami lakukan untuk memaksimalkan fitur wakaf dalam produk asuransi syariah,” ujar Hendra.

Dari sisi kinerja bisnis, pada kuartal I/2021 Allianz Life Syariah membukukan kontribusi Rp363,48 miliar atau tumbuh 17,5 persen (year-on-year/yoy) dari sebelumnya sebesar Rp309,4 miliar. Pada kuartal I/2021, unit syariah itu mendistribusikan total manfaat asuransi sebesar Rp172,3 miliar.

Dengan kinerja itu, pada kuartal I/2021 Allianz Life Syariah memperoleh laba Rp24,7 miliar atau berbalik untung dibandingkan dengan kuartal I/2020 yang rugi Rp401,1 miliar. Total aset per kuartal I/2021 senilai Rp3,9 triliun tumbuh pesat hingga 27,9 persen (yoy) dari Rp3,07 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi syariah allianz asuransi allianz life indonesia wakaf
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top