Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rights Issue hingga Rp4,5 Triliun, MNC Bank (BABP) Bidik Naik Kelas ke BUKU III

BABP akan menerbitkan sebanyak 14,23 miliar saham baru atau sebesar 33,33 persen dari modal, ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah terlaksananya rights issue.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 16 Agustus 2021  |  08:42 WIB
Rights Issue hingga Rp4,5 Triliun, MNC Bank (BABP) Bidik Naik Kelas ke BUKU III
Peluncuran MotionBanking. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP), unit bisnis dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), akan melaksanakan penawaran umum terbatas VIII (PUT VIII) dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada 9 September 2021.

Chief Operating Officer MNC Bank Teddy Tee mengatakan target perseroan akan lebih optimal jika didukung oleh pendanaan yang kuat.

"Oleh karena itu, MNC Bank akan menerbitkan HMETD," katanya dalam keterangan resmi, Senin (16/8/2021).

BABP akan menerbitkan sebanyak 14,23 miliar saham baru atau sebesar 33,33 persen dari modal, ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah terlaksananya rights issue. Pemilik saham perseroan akan mengalami dilusi kepemilikan saham sebesar 1/3.

Setiap pemegang 2 saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan berhak atas 1 HMETD, di mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Indikasi harga satu saham rights issue ada di price range antara Rp 280–Rp 320 per saham. Dengan saham baru yang diterbitkan perseroan mencapai 14.234.614.925 saham itu, total perolehan dana yang akan diperoleh BABP dari rights issue tersebut Rp4 triliun hingga Rp4,5 triliun.

BABP menargetkan perseroan mampu tingkat menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) III setelah aksi penambahan modal melalui rights issue tersebut. Diketahui, bank BUKU III merupakan bank dengan modal inti Rp5 triliun-Rp30 triliun.

Adapun, saat ini BABP berada di kategori BUKU II yakni dengan permodalan inti berkisar Rp1 triliun hingga Rp 5 triliun.

Dengan ekosistem MNC Group yang besar dan kerja sama strategis, Teddy mengatakan BABP yakin bisa menggaet 10 juta pengguna MotionBanking pada akhir 2022.

Price to book value BABP akan mengalami perubahan, dari sebelum rights issue sebesar 7,66x akan menjadi 2,78x – 2,88x setelah rights issue. Nilai tersebut dinilai jauh lebih murah dibandingkan dengan industri sejenis (peers).

Seluruh dana hasil rights issue tersebut 100 persen akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan MNC Bank, memperluas kapasitas pinjaman MNC Bank dan akuisisi nasabah secara digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis perseroan, dan pengembangan MotionBanking sebagai aplikasi perbankan digital paling terintegrasi.

Pengembangan itu termasuk Pengembangan Credit Scoring berbasiskan AI dan pengintegrasian MotionPay serta kartu kredit virtual (Visa dan Mastercard), MotionWallet, MotionInsurance, MotionTrade, MotionCredit dan aplikasi fintech terkait lainnya yang dimiliki MNC Group maupun pihak eksternal.

Jadwal sementara penerbitan saham baru tersebut, yaitu proyeksi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan akan diperoleh pada 30 Agustus 2021.

Recording date untuk pemegang saham yang berhak memperoleh rights, yaitu 9 September 2021. Periode perdagangan dari 13 September 2021 sampai dengan 24 September 2021.

Adapun, tanggal payments of excess rights 28 September 2021 dan distribusi pada 1 Oktober 2021. Rencana aksi korporasi itu telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang digelar pada 9 Juni 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mnc group bank mnc internasional mnc bank rights issue Bank Digital
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top