Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei BI: Penyaluran Kredit Baru pada Agustus 2021 Ada Tanda Meningkat

Hal tersebut terutama didorong oleh jenis penggunaan KPR dan kredit konsumsi lainnya, sementara jenis Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI) diperkirakan melambat.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 17 September 2021  |  11:16 WIB
Survei BI: Penyaluran Kredit Baru pada Agustus 2021 Ada Tanda Meningkat
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Survei Bank Indonesia (BI) mengindikasikan penyaluran kredit pada Agustus 2021 meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Hal tersebut terutama didorong oleh jenis penggunaan KPR dan kredit konsumsi lainnya, sementara jenis Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI) diperkirakan melambat.

Berdasarkan kelompok bank, pertumbuhan penyaluran kredit baru pada Agustus 2021 diperkirakan terjadi pada bank umum dan Bank Pembangunan Daerah (BPD), sementara penyaluran kredit pada Bank Umum Syariah (BUS) melambat.

Untuk keseluruhan kuartal III/2021, penyaluran kredit baru juga diperkirakan tumbuh, meski tidak setinggi pertumbuhan kuartal sebelumnya.

Hasil survei menunjukkan, kebutuhan pembiayaan korporasi pada Agustus 2021 tetap tumbuh, meskipun melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang1 (SBT) sebesar 0,9 persen, lebih rendah dari 1,8 persen pada Juli 2021.

Sejumlah sektor seperti sektor Pertambangan, Industri Pengolahan, dan Jasa Kesehatan terindikasi memiliki kebutuhan pembiayaan yang tidak setinggi bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh menurunnya kegiatan operasional.

Di sisi lain, terdapat sejumlah sektor yang terindikasi memiliki kebutuhan pembiayaan yang meningkat, yaitu sektor Real Estat, Jasa Perusahaan dan Informasi dan Komunikasi terutama untuk mendukung aktivitas operasional, membayar kewajiban yang jatuh tempo dan aktivitas investasi.

Hasil survei juga mengindikasikan penambahan permintaan pembiayaan oleh rumah tangga pada Agustus 2021 terpantau meningkat.

Bank umum masih menjadi preferensi sumber utama penambahan pembiayaan responden rumah tangga, dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa Kredit Multiguna dan Kredit Kendaraan Bermotor.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Juli 2021 tumbuh di angka 0,55 persen yoy.

Jika dibandingkan dengan akhir tahun atau secara year to date (ytd), maka kredit perbankan tumbuh sebesar 1,5 persen. Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh penyaluran kredit UMKM dan kredit usaha rakyat atau KUR.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan walaupun secara tahunan dan ytd penyaluran kredit tumbuh pada bulan lalu, tetapi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau month to month (mom) terjadi kontraksi sebesar 0,32 persen.

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia dan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kami tetap yakin dengan dibukanya mobilitas, penyaluran kredit perbankan akan lebih bagus lagi,” ujar Wimboh dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (15/9/2021).

Wimboh menjelaskan sampai dengan Juli 2021, perbankan menyalurkan kredit sebesar Rp1.439 triliun. Namun, pada saat yang sama pelunasan dan pembayaran kredit juga mencapai Rp1.332 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia perbankan kredit OJK
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top