Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Emiten Bank Kompak Berguguran, Kenapa Ya?

Hingga pukul 09.58, terpantau hanya saham segilintir bank yang mengalami penguatan harga saham.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Mayoritas saham emiten perbankan pada perdagangan hari ini, Selasa (21/9/2021) berada di zona merah.

Hingga pukul 09.58, terpantau hanya saham segilintir bank yang mengalami penguatan, yaitu MAYA dengan kenaikan 4,91 persen ke 855, NOBU yang menguat 0,92 persen ke 1.100, dan BBHI 0,56 persen ke level 3.570.

Beberapa bank juga terpantau pergerakan sahamnya stagna atau tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan penutupan kemarin. Sementara, sisanya terkoreksi, termasuk saham 4 bank besar, yaitu BMRI terkoreksi 1,24 persen ke level 5.950, BBRI -1,39 ke 3.540, BBCA -1,44 persen ke 32.450, dan BBNI -1,94 persen ke level 5.050.

Walaupun mayoritas saham bank berada dalam zona merah, tetapi penurunan terpantau tidak terlalu dalam. Beberapa saham mengalami penurunan di atas 3 persen, yaitu BBKP yang -3,85 persen ke angka 450 per saham dan BTPS yang terkoreksi 3,23 persen ke level 3.330 per saham.

Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung masuk zona merah sesaat setelah perdagangan dibuka pagi ini. Berdasarkan data Bloomberg, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,17 persen menjadi 6.005 pada pukul 09.04 WIB.

Sebanyak 78 saham menguat, 305 saham melemah, dan 134 saham diperdagangkan stagnan. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tercatat Rp7.361,71 triliun.

Kemarin (20/9/2021), IHSG ditutup turun 0,93 persen atau 56,93 poin menjadi 6.076,31. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 6.053,93-6.133,17.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, Bank Indonesia diperkirakan akan tetap mempertahankan tingkat suku bunganya, namun potensi tekanan masih terlihat akan membayangi IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

“Fluktuasi harga komoditas belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG mengingat kondisi sektor riil yang masih melambat, hari ini IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang terbatas,” jelas dia dalam riset harian, Selasa (21/9/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper