Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IdScore Catat Peningkatan Debitur 'High Risk', Didominasi Multifinance

Persentase debitur berisiko tinggi (high risk) dan sangat tinggi (very high risk) telah mencapai level 69,9 persen pada tahun ini. Sedangkan per Desember 2020, jumlah debitur high risk dan very high risk berada di level yang sama dengan jumlah debitur berisiko rendah (low risk) dan menengah (average risk).
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  17:09 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pefindo Biro Kredit (IdScore) mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah debitur berisiko tinggi dan sangat tinggi di segmen perusahaan pembiayaan atau multifinance.

Persentase debitur berisiko tinggi (high risk) dan sangat tinggi (very high risk) telah mencapai level 69,9 persen pada tahun ini. Sedangkan per Desember 2020, jumlah debitur high risk dan very high risk berada di level yang sama dengan jumlah debitur berisiko rendah (low risk) dan menengah (average risk) atau dengan perbandingan 50:50. 

Direktur Utama Pefindo Biro Kredit Yohanes Abimanyu mengungkapkan, debitur high risk dan very high risk tersebut didominasi dari segmen multifinance.

"Tejadi peningkatan yang cukup signifikan ada di multifinance. Jadi ini mendominasi komponen di sisi debitur high risk dan very high risk," ujar Yohanes dalam diskusi media pada pekan lalu.

Menurutnya, peningkatan tersebut terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. Meningkatnya debitur high risk dan very high risk itu menunjukkan kualitas debitur yang masuk di segmen multifinance memburuk.

Sementara itu, Pefindo menilai kualitas kredit di sektor fintech lending atau pinjaman online (pinjol) cukup terjaga. Industri fintech mempertahankan tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman 90 hari (TKB90) di kisaran 98,18 persen per Juli 2021.

"Kualitas kredit fintech P2P lending yang berizin OJK itu dipantau oleh OJK dan saat ini ada 100 P2P lending sudah menjadi anggota Pefindo Biro Kredit sehingga mereka boleh dibilang sangat memperhatikan proses penyaluran kredit dengan baik," kata Yohanes.

Meski demikian, Pefindo mengingatkan agar pemain di sektor fintech lending tetap harus terus waspada karena masih tingginya persentase debitur berisiko di Indonesia. Diharapkan para pemain fintech lending melakukan penilaian dengan lebih hati-hati sebelum menyalurkan kredit untuk mencegah terjadinya peningkatan kredit macet.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance pefindo biro kredit
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top