Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tok! RUPSLB Bank Bumi Arta (BNBA) Setujui Rights Issue 750 Juta Saham

Rapat digelar di kantor Bank Bumi Arta, Jakarta, Senin (25/10/2021) pada pukul 15.07 hingga 15.36.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  19:38 WIB
Bank Bumi Arta - Istimewa
Bank Bumi Arta - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) resmi menyetujui penerbitan saham melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/10/2021), sebanyak 99,9 persen pemilik saham perseroan menyetujui penerbitan sebanyak-banyaknya 750 juta saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Mekanisme pengambilan keputusan diambil dengan cara pemungutan suara karena musyawarah mufakat tidak tercapai.

“Menyetujui memberikan kuasa kepada direksi perseroan untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan PMHMETD I dengan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis direksi.

Hasil rapat menyebutkan direksi dapat menentukan kepastian jumlah saham yang dikeluarkan, termasuk harga pelaksanaan. Direksi berhak menentukan jadwal PMHMETD I dan menentukan rasio pemegang saham serta memastikan penggunaan dana hasil rights issue.

“Menentukan ada atau tidak adanya pembeli siaga, serta menentukan syarat dan ketentuan perjanjian antara perseroan dengan pembeli siaga, jika akan ada pembeli siaga.”

Rapat digelar di kantor Bank Bumi Arta, Jakarta, Senin (25/10/2021) pada pukul 15.07 hingga 15.36. Pemegang saham yang hadir atau diwakili adalah pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 30 September.

Menilik kinerja keuangan perseroan sampai dengan 30 Juni 2021, BNBA mampu membukukan laba bersih Rp42,14 miliar atau melonjak 469,46 persen secara tahunan (yoy) dari Rp7,39 miliar.

Jika ditelisik dari pendapatan bunga, terjadi penurunan 4,05 persen yoy dari Rp152,07 miliar menjadi Rp145,90 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh pendapatan bunga yang susut dari Rp326,58 miliar menjadi Rp274,95 miliar.

BNBA mampu menekan beban bunga dari Rp174,50 miliar menjadi Rp129,05 miliar. Kenaikan laba juga disebabkan oleh penurunan beban operasional lainnya secara tahunan dari Rp139,28 miliar menjadi Rp92,04 miliar.

Pos-pos yang mengalami perbaikan di antaranya kerugian penurunan nilai aset keuangan yang turun signifikan dari Rp21,16 miliar per 30 Juni 2020 menjadi Rp6,06 miliar. Selain itu, beban tenaga kerja susut 32,36 persen yoy dari Rp77,74 miliar menjadi Rp52,58 miliar.

Penyaluran kredit Bank Bumi Arta tercatat senilai Rp4,36 triliun atau lebih rendah 4,61 persen dari akhir 2020 yang senilai Rp4,57 triliun. Himpunan dana pihak ketiga senilai Rp5,77 triliun atau turun 3,35 persen ytd dari Rp5,97 triliun.

Rasio kecukupan modal atau CAR perseroan sebesar 28,45 persen per 30 Juni 2021 dengan rasio kredit bermasalah atau NPL gross 2,34 persen dan NPL nett 1,64 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rupslb bank bumi arta emiten bank rights issue
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top