Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gandeng Bareksa dan Bahana, OVO Luncurkan Reksa Dana Pendapatan Tetap

Produk ini merupakan komitmen OVO untuk terus menggelar berbagai terobosan dalam hal integrasi antara e-money dan e-investment.
Poster promo platform pembayaran digital OVO terpampang di salah satu gerai fesyen pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019)./Bisnis-Rachman
Poster promo platform pembayaran digital OVO terpampang di salah satu gerai fesyen pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019)./Bisnis-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Platform dompet digital dan layanan finansial PT Visionet Internasional atau OVO menghadirkan produk investasi terbaru di OVO | Invest berupa reksa dana pendapatan tetap yang bertajuk Bahana MES Syariah Fund Kelas O.

Produk ini merupakan hasil kolaborasi dengan agen penjual efek reksa dana digital PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa) dan PT Bahana TCW Investment Management, anggota holding BUMN Asuransi-Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG).

Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO sekaligus CEO/Co-founder Bareksa menyampaikan bahwa produk ini merupakan komitmen pihaknya terus menggelar berbagai terobosan dalam hal integrasi antara e-money dan e-investment.

"Setelah sebelumnya sukses menghadirkan produk reksa dana pasar uang yang disambut dengan respon yang positif, khususnya oleh para investor pemula, kali ini kami juga memiliki optimisme yang tinggi terhadap produk investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap Bahana MES Syariah Fund Kelas O," jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (17/11/2021).

Sekadar informasi, dua produk reksa dana pasar uang yang terlebih dulu terpampang dalam laman OVO | Invest tersebut, yaitu Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid dan Manulife OVO Bareksa Likuid.

Adapun, Kara mengungkap produk Bahana MES Syariah Fund Kelas O lebih cocok sebagai pilihan investasi untuk tujuan finansial jangka pendek hingga menengah, antara 1 hingga 3 tahun. Nominal investasi awal hanya mulai dari Rp10 ribu dengan potensi imbal hasil historis hingga 6,7 persen persen per tahun.

"Keunggulan dari produk ini merupakan jawaban atas tanggapan dan ketertarikan 8 dari 10 pengguna aktif OVO untuk berinvestasi pada produk reksa dana pendapatan tetap yang tersedia melalui layanan OVO | Invest," tambahnya.

Kara berharap strategi ini membuat OVO mampu memperkuat posisinya dalam layanan finansial yang memberikan pilihan produk reksa dana, baik yang berbasis konvensional maupun syariah.

"Semakin beragamnya portofolio OVO dalam layanan finansial, khususnya investasi, semakin menunjukkan bahwa OVO memiliki ekosistem dan penggunaan yang luas bukan hanya sekedar sebagai alat pembayaran digital tetapi juga layanan keuangan yang komprehensif," tutupnya.

Rukmi Proborini selaku Presiden Direktur Bahana TCW Investment Management menjelaskan bahwa tren perubahan pola investasi dan tingginya animo masyarakat terhadap investasi di tengah pandemi menjadi satu hal yang menarik untuk dicermati.

"Untuk menjawab dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan investasi yang sesuai ekspektasi, memerlukan fasilitas baik di sisi produk dan pelayanan. Kami yakin upaya kami melalui produk investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap Bahana MES Syariah Fund Kelas O ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan investasi dengan potensi imbal hasil tinggi tetapi resiko cukup rendah," ujarnya.

Sekadar informasi, tren positif di tengah masyarakat dalam hal investasi ini tampak dari ketertarikan para investor pemula pada produk reksa dana sebagai pilihan investasi pun semakin meningkat.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, jumlah investor pasar modal mencapai 6,43 juta orang pada September 2021. Jumlah ini meningkat 65,73 persen dibandingkan akhir 2020 yang mencapai 3,88 juta orang. Investor reksa dana sendiri mendominasi jumlah investor pasar modal, yakni sebanyak 5,78 juta orang atau meningkat 82,18 persen dari akhir 2020.

Pengguna OVO yang tertarik membeli produk investasi Bahana MES Syariah Fund Kelas O dapat dengan mudah melakukan registrasi rekening OVO | Invest. Namun, perlu diingat, sebelum melakukan registrasi, pengguna perlu memastikan bahwa status akun sudah di-upgrade ke OVO Premier.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Azizah Nur Alfi

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper