Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KSK Insurance Proyeksi Pertumbuhan Asuransi Umum Capai 11 Persen di 2022

Pertumbuhan industri asuransi umum tahun depan akan didorong oleh asuransi kredit yang diperkirakan akan tumbuh sekitar 20-25 persen.
Karyawan beraktifitas di dekat deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- PT KSK Insurance Indonesia memproyeksikan industri asuransi umum dapat tumbuh sekitar 9-11 persen pada 2022.

Direktur Keuangan KSK Insurance Suharjo Lumbanraja mengatakan, pertumbuhan tersebut akan sangat bergantung pada kondisi perekonomian Indonesia tahun depan.

Data secara historikal menunjukkan bahwa tren pertumbuhan asuransi umum berada pada rentang dua kali pertumbuhan ekonomi nasional. Misalnya, pada 2018, ketika ekonomi tumbuh 5,17 persen, industri asuransi umum tumbuh 9,87 persen. Lalu pada 2019, pertumbuhan ekonomi 5,02 persen diikuti dengan pertumbuhan industri asuransi umum sebesar 14,02 persen. Sementara itu, ketika pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia pada 2020, pertumbuhan industri asuransi umum turun 4 persen seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terkoreksi 2,07 persen.

"Ketika 2022, proyeksi ekonomi Indonesia tumbuh di 5,2 persen, maka asuransi umum secara year on year diproyeksikan akan tumbuh pada kisaran 9-11 persen. Ini karena memang pertumbuhan ekonomi dan asuransi sangat berkait erat," ujar Suharjo dalam webinar Economic Outlook 2021, Senin (22/11/2021).

Menurutnya, pertumbuhan industri asuransi umum tahun depan akan didorong oleh asuransi kredit yang diperkirakan akan tumbuh sekitar 20-25 persen. Hal ini didorong oleh kebijakan bank sentra dalam memberikan bunga murah.

Kemudian, pertumbuhan juga akan ditopang oleh asuransi properti yang diproyeksikan tumbuh 7,3-9 persen dan asuransi kesehatan dan kecelakaan 5,8-8 persen.

Sementara itu, lini asuransi kendaraan bermotor yang menjadi lini bisnis yang paling prospektif, diperkirakan juga akan tumbuh 1-5 persen. Suharjo mengatakan, peningkatan penjualan kendaraan bermotor pada 2021 memberikan dampak positif bagi pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor.

"Pada 2020, ketika pandemi melanda, premi kendaraan bermotor alami konstraksi paling tinggi mencapai 21 persen karena penjualan kendaraan bermotor dari Gaikindo juga alami penurunan sangat tajam. Di 2021, ketika jualan kendaraan bermotor meningkat, bisnis asuransi kendaraan bermotor alami perbaikan. Kalau lihat data dan proyeksi Gaikindo, kami perkirakan premi asuransi kendaraan bermotor tumbuh 1-5 persen," katanya.

Namun demikian, imbuh Suharjo, pertumbuhan industri asuransi umum tersebut akan bergantung pada pengendalian Covid-19 yang menjadi faktor kunci pergerakan ekonomi dan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper