Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dibalik Potensi Besar Industri Halal, Begini Tantangan Perbankan Syariah

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) Hery Gunardi memaparkan beberapa kendala yang terjadi pada industri perbankan syariah dibalik besarnya potensi dari industri halal.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 15 Desember 2021  |  17:52 WIB
Tampilan layar menampilkan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi memberikan sambutan saat menerima anugerah Bisnis Indonesia Award (BIA) 2021 kategori Bank Terbaik di Jakarta, Rabu (15/9/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardani
Tampilan layar menampilkan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi memberikan sambutan saat menerima anugerah Bisnis Indonesia Award (BIA) 2021 kategori Bank Terbaik di Jakarta, Rabu (15/9/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardani

Bisnis.com, JAKARTA – Prospek pertumbuhan industri perbankan syariah diperkirakan akan melanjutkan pertumbuhan positif baik di sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) maupun penyaluran pembiayaan pada 2022. 

Meskipun demikian, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI Hery Gunardi mengatakan terdapat beberapa kendala yang terjadi pada industri perbankan syariah dibalik besarnya potensi dari industri halal tersebut.

“Potensi industri halal ini cukup besar. Kalau kita hitungnya secara rupiah, mungkin lebih dari Rp4.300 triliun tersebar dari berbagai sisi, mulai dari halal food, fesyen, kosmetik, dan lain sebagainya. Masalahnya sekarang itu adalah tentunya dari sisi produsen sendiri, yaitu memang banyak memiliki kendala dari sisi sertifikasi halal yang belum terlalu smooth,” ujar Hery dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenge 2022, Rabu (15/12/2021).

Selain dari sisi produsen, tantangan lain adalah dari sisi perbankan syariah itu sendiri. Hery menjelaskan bahwa sisi kekuatan permodalan juga menjadi tantangan yang harus dihadapi perbankan syariah demi terciptanya industri halal.

“Sekarang baru ada BSI yang memang dari sisi kekuatan permodalan cukup bisa mendukung. Tapi sebelumnya susah kalau jumlah pembiayaan yang besar, bank syariah selama ini kecil-kecil jadi sehingga memang tetap larinya ke bank konvensional,” jelasnya.

Hery menuturkan, saat ini BSI memiliki tugas untuk menghubungkan antara sektor value chain, industri halal, dan sektor riil halal agar ekosistem bisa mendekat ke perbankan.

“Tentunya kita nanti akan ada pilot project, memilih-milih mana yang bisa kita mulai dulu untuk kita biayai atau memang sekarang yang sudah ada di tempat lain,” katanya.

Adapun tantangan lain dari bank syariah adalah literasi. Menurut Hery, literasi perbankan dan keuangan syariah selama ini belum terlalu bagus jika dibandingkan dengan perbankan non-syariah.

Hal inilah yang membuat pemahaman baik dari masyarakat, calon nasabah, maupun debitur sangat terbatas, sehingga mereka tetap tidak memilih pembiayaan ke ranah perbankan syariah.

“Tetapi harapannya dengan hadirnya BSI hasil merger 3 bank milik BUMN dengan layanan kekuatan dan produk yang ada saat ini. Harapannya, di tahun mendatang akan lebih baik, terkoneksi lebih baik, jangan terlalu jauh,” pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan syariah sertifikasi halal Bank Syariah Indonesia
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top