Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Banten (BEKS) Pede Hadapi Tahun Macan Air, Ini Sebabnya

Bank Banten mencatatkan total aset per 30 September 2021 sebesar Rp7,21 triliun.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 24 Desember 2021  |  19:46 WIB
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank Banten di Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank Banten di Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) optimistis kinerja perseroan bakal melonjak pada tahun macan air.

Keyakinan tersebut didasari dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten selaku pemegang saham perseroan meski dalam kondisi pandemi. Ekonomi Banten yang terus bertumbuh juga dipercaya dapat meningkatkan kinerja serta profitabilitas perseroan.

Perekonomian Banten memiliki potensi besar dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2022 postur APBD akumulatif provinsi bersama kabupaten/kota mencapai Rp40 triliun, dengan proyeksi pertumbuhan diharapkan mencapai 5,5 persen.

Akselerasi ekonomi Banten dapat terlihat dari berbagai proyek prioritas nasional seperti KEK Tanjung Lesung, Tol Serang–Panimbang dan Tol Serpong-Balaraja, Kawasan industri terpadu Wilmar, serta Fase III MRT yang terbentang dari Cikarang-Balaraja.

Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin menuturkan saat ini pihaknya tengah menyusun berbagai langkah strategis yang akan dilakukan pada 2022, yaitu dengan menajamkan target audience serta berfokus di market primer perseroan yaitu regional Banten.

“Tahun 2022 saya yakin akan menjadi turning point bagi perseroan dan kami menargetkan terjadinya hypergrowth,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/12/2021).

Bank Banten bersama Komisi III DPRD Provinsi Banten juga sedang menyiapkan Ekosistem Keuangan Daerah (EKD).

Jika ekosistem keuangan daerah antara Pemda serta segenap pelaku usaha di Banten terkelola dengan baik, maka akan memberikan dampak yang signifikan untuk optimalisasi PAD dan memberikan lebih banyak keleluasaan untuk melakukan pembangunan di Banten.

Agus menambahkan berbagai proyek prioritas nasional yang terus bertumbuh di Banten akan menjadi fokus dalam menggenjot aspek bisnis perseroan. Bauran antara audience retail, UMKM dan korporasi yang masih sangat potensial akan menjadi andalan untuk mencapai target penyaluran fasilitas pembiayaan baru.

"EKD akan menjadi salah satu engine utama kami dalam mengejar target pertumbuhan yang hyper growth. Selain itu perseroan akan terus berupaya mencapai target rasio-rasio keuangan serta mengejar aspek permodalan yang disyaratkan oleh OJK dapat terpenuhi," tutur Agus.

Dari sisi kinerja, Bank Banten mencatatkan total aset per 30 September 2021 sebesar Rp7,21 triliun, meningkat dari posisi akhir Desember 2020 sebesar Rp5,33 triliun. Dana Pihak Ketiga tumbuh Rp1,19 triliun dalam rentang waktu lebih kurang lima bulan, dari Rp2,53 triliun per April 2021 menjadi Rp3,72 triliun per September 2021.

Kredit per 30 September 2021 mencapai Rp3,15 Triliun, naik sebesar Rp680 miliar atau setara 27,5 persen dari posisi Juni 2021 senilai Rp2,47 triliun.

Adapun, interest income per 30 September 2021 mencapai Rp209,8 miliar, naik sebesar Rp78,6 miliar atau setara 60 persen dari posisi Juni 2021 senilai Rp131,2 miliar.

Adapun, fee based income per tanggal 30 September 2021 mencapai Rp23,9 miliar atau naik Rp11,2 miliar atau setara 89 persen dibandingkan posisi bulan Juni 2021 sebesar Rp12,7 miliar.

Berbagai langkah strategis untuk melakukan transformasi dilakukan oleh perseroan untuk menghadirkan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Harapannya, Bank Banten bisa meraih cita-cita untuk kian meraih kepercayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat rebuild the trust, reach the glory.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banten kinerja bank BEKS Bank Banten emiten bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top