Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Umumkan Bukalapak & Grup Salim Masuk via Rights Issue, Begini Gerak Saham BBHI

Pada perdagangan sebelumnya, Senin (3/1/2022), saham Allo Bank ditutup menguat 11,66 persen atau naik 815 poin ke level Rp7.900 per saham.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 04 Januari 2022  |  09:57 WIB
Allo Bank - Istimewa
Allo Bank - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Usai mengumumkan Bukalapak (BUKA) dan Grup Salim mengambil bagian dalam aksi rights issue PT Allo Bank Indonesia Tbk., saham BBHI terpantau berada di zona hijau pada perdagangan sesi I pagi ini, Selasa (4/1/2022), hingga pukul 09.30 WIB.

Berdasarkan data RTI, saham Allo Bank mengalami kenaikan 8,86 persen atau melesat 700 poin ke level Rp8.600 per saham. Saham Allo Bank bergerak di rentang Rp8.000-Rp8.925 dan dibuka ke level Rp8.150 per saham.

Adapun, volume yang diperdagangkan sebanyak 7,14 juta dengan turnover senilai Rp61,97 miliar. Dengan demikian, kapitalisasi pasar atau market capitalization (market cap) yang dimiliki emiten bersandi saham BBHI tersebut menjadi Rp100,47 triliun.

Pada perdagangan sebelumnya, Senin (3/1/2022), saham Allo Bank ditutup menguat 11,66 persen atau naik 815 poin ke level Rp7.900 per saham. Sementara itu, saham BBHI tumbuh 128,12 persen selama tiga bulan terakhir dan melesat 5.317,69 persen selama satu tahun terakhir.

Sebelumnya dalam prospektus yang dirilis perseroan pada Senin (3/1/2022), Allo Bank mengumumkan akan menerbitkan HMETD sebanyak 10,04 miliar saham baru dengan nominal Rp100 per saham.

Perseroan telah menetapkan harga pelaksanaan rights issue senilai Rp478 per saham. Dengan demikian, Allo Bank berpotensi mendapatkan dana Rp4,8 triliun melalui aksi ini.

Adapun, PT Mega Corpora (MC) selaku pemegang saham utama Allo Bank dengan kepemilikan 90 persen telah menyatakan hanya akan mengambil bagian dan melaksanakan sekitar 30 persen dari seluruh HMETD yang menjadi haknya. Dana yang disiapkan oleh MC untuk melaksanakan sebagian haknya ini senilai Rp1,3 triliun.

Sisa hak HMETD yang ditidak diambil oleh MC, dialihkan kepada Bukalapak sebanyak 2,49 miliar saham, lalu Abadi Investment Pte.Ld sebanyak 1,52 miliar saham, dan PT Indolife Investama Perkasa sebanyak 1,30 saham.

Selain itu, ada juga H Holdings Inc. sebanyak 448,74 juta saham, Trusty Cars Pte. Ltd sebanyak 150 juta saham, dan PT CT Corpora sebanyak 408,31 juta saham.

Allo Bank menjadwalkan tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (cum-right) di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 7 Januari 2022. Sedangkan, di pasar tunai jatuh pada 11 Januari 2022.

Lalu, tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD (ex-right) di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan pada 10 Januari 2022. Adapun, 12 Januari 2022 menjadi ex-right di pasar tunai.

Dengan demikian, Allo Bank menjadwalkan HMETD ini diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dilaksanakan selama 5 hari kerja mulai 13 Januari 2022 sampai dengan 19 Januari 2022. Artinya, HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grup salim bukalapak rights issue Bank Digital Allo Bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top