Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonom Proyeksi Cadangan Devisa 2022 Bakal Tembus US$150 Miliar

Neraca barang pada neraca transaksi berjalan pada 2022 akan menyusut karena peningkatan impor akan menyusul ekspor, seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi domestik.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 07 Januari 2022  |  16:21 WIB
Ekonom Proyeksi Cadangan Devisa 2022 Bakal Tembus US$150 Miliar
Petugas dibantu alat berat memindahan kontainer dari kapal ke atas truk pengangkut di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Selasa (17/5). JIBI/Bisnis - Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Posisi cadangan devisa Indonesia diperkirakan tetap tinggi hingga akhir tahun ini.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan posisi cadangan devisa dapat mencapai kisaran US$147-150 miliar pada akhir 2022.

Dia memperkirakan, neraca pembayaran Indonesia (NPI) masih memiliki prospek untuk mencatatkan surplus meski tidak setinggi 2022.

Hal ini dikarenakan neraca finansial berpotensi mencatat surplus, namun terbatas, di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19, khususnya dengan munculnya varian baru, serta dampak dari normalisasi moneter global, termasuk tapering the Fed.

Namun demikian, dia mengatakan neraca finansial pada 2022 menghadapi beberapa risiko penurunan yang dapat menahan potensi aliran masuk modal.

“Risikonya termasuk gangguan rantai pasokan yang sedang berlangsung dan meningkatnya tekanan inflasi, yang mengakibatkan normalisasi moneter global lebih cepat dari yang diperkirakan,” katanya, Jumat (7/1//2021).

Faisal mengatakan, kondisi tersebut dapat memicu sentimen risk-off. Selain itu, imbuhnya, ketidakpastian seputar pandemi Covid-19, terutama mengenai varian virus yang lebih menular tetap menjadi risiko yang harus diwaspadai.

Di sisi lain, dia memperkirakan neraca barang pada neraca transaksi berjalan pada 2022 akan menyusut karena peningkatan impor akan menyusul ekspor, seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi domestik.

Oleh karenanya, neraca transaksi berjalan diperkirakan akan kembali mencatatkan defisit sebesar -2,15 persen dari PDB.

Meski meningkat, angka perkiraan tersebut kata Faisal tetap lebih rendah dari tingkat rata-rata 3 tahun sebelum pandemi Covid-19 sebesar -2,22 persen dari PDB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

defisit transaksi berjalan cadangan devisa neraca pembayaran indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top