Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Di tengah Pandemi Covid-19, Ini Catatan Kinerja BRI (BBRI)

Di tengah pandemi Covid-19, BRI melewati 2021 dengan kinerja yang terbilang prima. Hal ini terlihat dari perseroan yang membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp19,07 triliun hingga akhir kuartal III/2021.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 09 Januari 2022  |  15:02 WIB
Salah satu kantor Bank BRI  - bri.co.id
Salah satu kantor Bank BRI - bri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah pandemi Covid-19, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI membukukan pertumbuhan kredit sebesar 13 persen (year-to-date/ytd) per kuartal III/2021. Kredit yang diberikan meningkat dari sebesar Rp899,46 triliun per 31 Desember 2020 menjadi Rp1.017 triliun per 30 September 2021.

Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut seiring dengan kemampuan perseroan menjaga keuntungan. Hal ini terlihat dari perseroan yang membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp19,07 triliun hingga akhir kuartal III/2021 atau naik 35 persen secara tahunan. 

Kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau Rp91,01 triliun. Sementara itu beban bunga turun 35 persen yoy atau Rp19,31 triliun.

Alhasil, pendapatan bunga bersih naik 28 persen yoy menjadi Rp71,69 triliun. Adapun, total aset konsolidasi BRI tumbuh sebesar 7,14 persen secara ytd. Total aset konsolidasi per 31 Desember 2020 sebesar Rp1.511,8 triliun naik menjadi Rp1.619,77 triliun per 30 September 2021. 

Selain itu, BRI turut memantik pemulihan ekonomi di segmen ultra mikro dengan melakukan proses pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro pada tahun lalu. 

Seperti diketahui, dalam rangka pembentukan Holding Ultra Mikro, tahun lalu BRI telah melakukan aksi korporasi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dalam rangka pembentukan ekosistem ultra mikro. 

Total nilai right issue BRI mencapai Rp95,9 triliun, yang terdiri dari Rp54,7 triliun dalam bentuk partisipasi nontunai pemerintah berupa inbreng saham Pegadaian dan PNM, Rp41,2 triliun dalam bentuk cash proceed dari pemegang saham publik.

Pencapaian tersebut menjadikan rights issue BRI menorehkan sejarah sebagai rights issue terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan menduduki peringkat ke-3 rights issue di Asia dan nomor 7 di seluruh dunia. 

Pembentukan holding Ultra Mikro tersebut semakin memperkuat sinergi BRI dengan perusahaan anak, sehingga hal tersebut akan menciptakan spreading risk yang optimal serta diversifikasi income BRI Group. Aksi korporasi dan kinerja keuangan BRI pada tahun lalu pun mendapatkan apresiasi dari berbagai stakeholder.

Pada tahun 2022, BRI akan terus melanjutkan journey transformasi BRIvolution 2.0 untuk menuju aspirasi utama untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in South East Asia dan Champion of Financial Inclusion di 2025 mendatang. 

Dalam penyaluran kredit, BRI menerapkan selective growth dengan memanfaatkan stimulus pemerintah serta melakukan eksplorasi sumber pertumbuhan baru, di antaranya optimalisasi sinergi ultra mikro. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bri emiten bank
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top