Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank BTPN Setop Sisa Penerbitan Obligasi Rp4 Triliun. Ini Alasannya

Bank BTPN (BTPN) menghentikan sisa penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp5 triliun.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  08:55 WIB
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. di Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. di Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank BTPN Tbk. memutuskan untuk menghentikan sisa penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp5 triliun.

Dari target dana tersebut, realisasi dana yang telah dihimpun sebesar Rp1 triliun melalui penerbitan Obligasi Berkelajutan IV Tahap I Tahun 2019. Dengan demikian, PUB Obligasi Berkelanjutan IV yang tidak diterbitkan sebesar Rp4 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, manajemen menjelaskan keputusan menghentikan PUB IV berdasarkan pertimbangan beberapa pertimbangan.

Pertama, adanya Surat Edaran OJK No. 20/SEOJK.04/2021 tanggal 10 Agustus 2021 tentang Kebijakan Stimulus dan Relaksasi Ketentuan Terkait Emiten atau Perusahaan Publik dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal Akibat Penyebaran Corona Virus Diseases 2019. Kedua, karena saat ini bukan waktu yang tepat untuk menerbitkan obligasi dikarenakan situasi pandemi Covid-19 telah mempengaruhi jadwal ketersedian dana (likuiditas).

"Berdasarkan pertimbangan rapat direksi, saat ini bukan waktu yang tepat untuk menerbitkan obligasi karena penyebaran Covid-19 telah mempengaruhi jadwal ketersediaan dana (likuditas) perseroan. Karenanya perseroan memandang bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk menerbitkan obligasi sebagai lanjutan dari PUB IV," terang manajemen.

Dari sisi kinerja, BTPN mencatatkan peningkatan saldo dana murah (CASA) sebesar 37 persen menjadi Rp35,57 triliun pada akhir September 2021, dari Rp25,95 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Rasio CASA terhadap total dana pihak ketiga juga meningkat menjadi 34 persen dari 26 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi btpn
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top