Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Danamon (BDMN) Gelar Paparan Kinerja 2021 Hari Ini

Bank Danamon (BDMN) akan menggelar paparan kinerja untuk tahun buku 2021 pada hari ini, Rabu (16/2/2022), pukul 16.00 WIB.
Gedung Bank Danamon/dokumen perusahaan
Gedung Bank Danamon/dokumen perusahaan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) akan menggelar paparan kinerja tahun fiskal 2021 untuk berbagi performa bisnis dan kinerja keuangan sepanjang tahun lalu pada Rabu (16/2/2022) sore.

Dalam undangan yang diterima Bisnis, paparan kinerja akan berlangsung secara virtual mulai pukul 16.00 – 17.00 WIB. President Director Bank Danamon Yasushi Itagaki dan Director of Finance Bank Danamon Muljono Tjandra, akan hadir sebagai pembicara.

Manajemen emiten bank dengan kode BDMN ini menjelaskan bahwa dalam paparan kinerja tersebut, direksi akan menyampaikan pencapaian-pencapaian selama tahun 2021, serta berbagai program yang telah dilakukan dalam membantu upaya penanggulangan Covid-19.

“Di tengah pandemi yang masih berlanjut, perseroan berhasil mencatat pertumbuhan positif dan mempertahankan fundamental yang kuat untuk menjaga produktivitas,” tulis manajemen.

Sebagai gambaran, hingga kuartal III/2021, Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp1,4 triliun. Pencapaian laba tersebut didorong dari pertumbuhan kredit terutama dari segmen enterprise banking dan institusi keuangan.

Selain itu, kinerja perseroan pada periode tersebut menunjukkan pertumbuhan kredit sebesar 8 persen secara tahunan (yoy). Capaian ini didorong segmen enterprise banking dan institusi keuangan, yang berkontribusi Rp57 triliun atau naik dari periode sebelumnya, Rp53 triliun.

Adapun, untuk dana pihak ketiga (DPK), perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 10 persen pada Giro dan Tabungan (current account saving account/CASA). Dengan demikian, perseroan mampu menghasilkan rasio CASA sebesar 57,6 persen.

Bank Danamon juga menunjukkan perbaikan pada biaya kredit (Cost of Credit/CoC) menjadi 3,8 persen. Rasio kredit berisiko (Loan at Risk/LAR) turun 930 bps secara yoy, sementara rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan) membaik sebesar 16 bps menjadi 3,1 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper