Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BSI (BRIS) jadi BUMN, Pengamat: Melebarkan Peluang Naik Kelas jadi Bank Jumbo

Dengan menjadi bank BUMN, BSI (BRIS) dinilai akan lebih leluasa mengepakan sayap bisnisnya, seiring dengan layanan yang makin luas. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  12:52 WIB
Pegawai menunjukan aplikasi Bank Syariah Indonesia (BSI) usai peresmiannya di Jakarta, Senin (1/2/2021).  - Antara Foto/Dhemas Reviyanto
Pegawai menunjukan aplikasi Bank Syariah Indonesia (BSI) usai peresmiannya di Jakarta, Senin (1/2/2021). - Antara Foto/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana perubahan status PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) menjadi Bank BUMN dinilai akan membuat perusahaan dengan kode saham BRIS semakin berkembang. 

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan perubahan status akan membuka lebar peluang BSI masuk Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4.

BSI akan lebih leluasa mengepakan sayap bisnisnya, seiring dengan layanan yang makin luas. 

”Dengan menjadi bank BUKU 4, coverage dan jenis layanan produk BSI bisa semakin luas,” kata Toto dalam siaran pers, Jumat (25/2/2022).

Toto mengatakan dengan menjadi BUMN, BSI membawa pekerjaan rumah yang besar. Bank syariah terbesar di Tanah Air itu harus meningkatkan kontribusi bank syariah terhadap perekonomian. 

Potensi ekonomi syariah sangat besar, namun belum tergali optimal. Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga September 2021 total aset keuangan syariah hanya sekitar 10,11 persen dari total industri pasar keuangan di Tanah Air. Sementara pangsa pasar perbankan syariah masih di angka 6,5 persen.

Padahal, Indonesia memiliki populasi muslim sekitar 80 persen dari total jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa. Selain itu industri halal di Indonesia pun memiliki potensi yang tak kalah jumbo dengan nilai kurang lebih Rp4.375 triliun. 

Dari total nilai tersebut, industri makanan dan minuman halal menyedot porsi terbanyak yaitu senilai Rp2.088 triliun disusul aset keuangan syariah senilai Rp1.438 triliun.

Toto menantikan BSI menjalin kerja sama yang bersifat saling menguntungkan dengan perusahaan BUMN lainnya. Dengan demikian dapat mempercepat pertumbuhan pangsa pasar syariah dan sekaligus mendiversifikasi akses pembiayaan kepada dunia usaha. 

Terkait diversifikasi pembiayaan, Toto menyarankan BSI menggarap sektor UMKM terlebih dahulu. Menurutnya, saat ini banyak bisnis produk halal yang membutuhkan modal untuk ekspansi. 

“Tahapan berikut bisa masuk pada pembiayaan korporasi,” pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah perbankan Bank Syariah Indonesia
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top