Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Contoh Investasi Jangka Pendek yang Aman dan Menguntungkan

Investasi jangka pendek biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang relatif singkat, yakni kurang dari 1 tahun. Karena itu, pilih instrumen yang rendah risiko.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 10 Maret 2022  |  12:55 WIB
Ilustrasi portofolio investasi - Freepik
Ilustrasi portofolio investasi - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Investasi adalah tindakan mengalokasikan sumber daya, biasanya uang, dengan harapan menghasilkan pendapatan atau keuntungan di masa depan.

Berinvestasi dapat Anda jalankan dengan bisnis aktif atau melalui pembelian aset seperti membeli properti dengan harapan dapat menjualnya kembali di masa depan dengan harga yang lebih tinggi.

Dalam berinvestasi, risiko dan return adalah dua sisi mata uang yang sama, risiko rendah umumnya berarti pengembalian yang diharapkan rendah, sedangkan return yang lebih tinggi biasanya disertai dengan risiko yang lebih tinggi.

Untuk jadi kaya lewat investasi tidak selalu dengan menaruh dana di instrumen dengan return tinggi. Konsistensi dari waktu ke waktu dianggap jauh lebih penting.

Dalam buku I Will Teach You To Be Rich, Ramit Sethi yang mengutip survei US Trust menyebutkan bahwa “83 persen orang kaya mengatakan bahwa keuntungan investasi terbesar mereka berasal dari kemenangan yang lebih kecil dari waktu ke waktu daripada mengambil risiko besar.”

Investasi dapat dibagi dalam beberapa kategori berdasarkan parameternya, seperti tingkat risiko maupun jangka waktunya. Nah, untuk kali ini kita akan membahas investasi berdasarkan rentang waktunya.

  1. Investasi jangka pendek

Investasi ini dilakukan dalam jangka waktu yang relatif singkat, yakni kurang dari 1 tahun. Tujuan investasi jangka pendek biasanya untuk memenuhi kebutuhan yang sudah diagendakan seperti menikah, liburan, maupun kebutuhan dana darurat.

  1. Investasi jangka menengah

Untuk investasi jangka menengah, rentang waktunya 1 tahun hingga 5 tahun. Tujuan investasi jangka menengah umumnya untuk melanjutkan pendidikan, mempersiapkan down payment (DP) rumah, dan sebagainya.

  1. Investasi jangka panjang

Sementara itu, investasi jangka panjang memiliki waktu lebih lama, yakni lebih dari 5 tahun. Investasi dengan horizon jangka panjang ini sangat cocok buat yang memiliki tujuan keuangan masa depan, seperti membeli rumah, biaya pendidikan anak, dana pensiun, dan lainnya.

 

Investasi Jangka Pendek bagi Pemula!

Investasi jangka pendek dilakukan dengan menyetorkan sejumlah dana untuk dikelola dalam jangka waktu singkat, sehingga dana dan keuntungan dapat dicairkan dalam kurun waktu yang pendek.

Produk investasi yang umumnya dipakai adalah yang mudah diperjualbelikan atau dicairkan (likuid). Karenanya, jenis investasi ini memiliki tingkat risiko lebih rendah dibandingkan dengan investasi jangka panjang, tetap tetap menghasilkan keuntungan lumayan.

Oleh karena itu, investasi jangka pendek biasanya cocok buat pemula yang kadang masih kurang sabar. Pasalanya, salah satu kunci investasi adalah kesabaran atau bisa bersahabat dengan waktu.

Nah, dengan investasi jangka pendek, seseorang akan belajar mengelola ekspektasi sekaligus belajar mengukur hasil investasinya dalam tempo yang relatif singkat.

Adapun pilihan untuk memakai produk investasi rendah risiko karena dananya sudah pasti akan digunakan dalam waktu dekat.

Karena itu, hindari menaruh dana investasi dana jangka pendek pada instrumen berisiko tinggi seperti saham. Pasalnya, jika kita butuh dana dan di saat bersamaan return investasi kita negatif, sudah pasti kita rugi saat mencairkannya.

Tujuan Investasi Jangka Pendek

Pengalaman dan Pembelajaran Komitmen Bagi Investor Pemula

Investasi jangka pendek memang sifatnya sementara, namun ini bisa melatih pemula untuk belajar berkomitmen dalam menabung/investasi.

Antisipasi Kebutuhan Tidak Terduga

Selain tujuan-tujuan jangka pendek, investasi jenis ini juga jadi pilihan yang bisa dilakukan untuk antisipasi dari kejadian yang tidak terduga. Karena itu, biasanya sebagian dana darurat akan ditaruh pada instrumen investasi jangka pendek.

Hal ini juga karena sifat investasi jangka pendek yang likuid atau mudah dicairkan kapan saja.

Menghindari Utang

Saat ada kebutuhan tak terduga kita mungkin kebingungan mau mengambil dana dari mana. Daripada berutang, lebih baik memakai dana investasi jangka pendek

Menambah Cash Flow

Dalam kasus ini biasanya ketika investasi jangka pendek itu berasal dari dana darurat. Ketika dana tersebut dibutuhkan sewaktu-waktu, maka kita bisa dengan cepat mencairkannya.

Sebagai Bentuk Passive Income 

Jenis-jenis Investasi Jangka Pendek

  1. Deposito

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di sikapiuangmu.ojk.go.id, deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat-syarat tertentu. Deposito biasanya memberikan bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa.

Karakteristik deposito

  •         Deposito dapat dicairkan setelah jangka waktu berakhir.
  •         Deposito yang akan jatuh tempo dapat diperpanjang secara otomatis atau automatic roll over (ARO).
  •         Deposito dapat dalam mata uang rupiah maupun dalam mata uang asing.
  •         Umumnya mempunyai jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, dan 12 sampai dengan 24 bulan.
  •         Pembayaran bunga deposito dapat dilakukan setiap bulan atau setelah jatuh tempo sesuai jangka  waktunya.
  •         Dikenakan pajak penghasilan dari bunga yang diterimanya.
  •         Pencairan deposito sebelum jatuh tempo umumnya dikenakan denda.

Untuk yang ingin membuka deposito, perhatikan tingkat suku bunga yang berlaku dan pastikan telah sesuai dengan ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

  1. Reksa Dana

Menurut UU Pasar Modal, reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer investasi, untuk kemudian diinvestasikan ke dalam surat berharga seperti: saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.

Nah, bentuk hukum reksa dana ini dapat berupa perseroan atau berupa Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Selain itu reksa dana juga dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu reksa dana tertutup dan reksa dana terbuka.

Namun, dalam perkembangannya, saat ini reksa dana yang paling banyak berkembang di Tanah Air adalah reksa dana berbentuk hukum KIK dan bersifat terbuka. Reksa dana terbuka adalah reksa dana yang dapat dibeli dan dijual sewaktu-waktu setiap hari bursa.

Reksa dana ini banyak macamnya, tergantung pada komposisi instrumen investasi yang dikelola. Ada reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana indeks, dan sebagainya.

Nah, untuk investasi jangka pendek, jenis reksa dana pasar uang adalah yang paling sesuai. Reksa dana jenis ini mengelola portofolio investasinya pada instrumen pasar uang seperti deposito, SBI, dan surat utang dengan tenor kurang dari 1 tahun.

Beda dengan deposito, return yang kita terima dari reksa dana sudah tidak dipotong pajak lagi.

Selain itu, reksa dana lebih fleksibel karena bisa dicairkan sewaktu-waktu tidak perlu menunggu jatuh tempo.

Keuntungan lain investasi di reksa dana yaitu:

  • Investasi yang terjangkau

Nilai investasi awal di reksa dana relatif minim, kita bisa berinvestasi mulai dari Rp100.000. Beberapa reksa dana mematok jumlah minimal yang lebih rendah, ada yang cukup dengan Rp10.000.

  • Risiko yang lebih minimal

Dalam pengelolaan dana, manajer investasi melakukan diversifikasi yang bisa mengurangi tingkat risiko.

  • Likuid

Investor dapat mencairkan kembali investasinya di setiap hari bursa, yaitu hari kerja yang telah ditetapkan sesuai kalender Bursa Efek Indonesia.

  • Transparan

Informasi soal reksa dana diberikan kepada investor secara rutin. Beberapa tekfin agen penjual efek reksa dana (APERD) bahkan menyediakan update harian.

  1. P2P Lending

Bagi sebagian orang mungkin masih asing dengan investasi peer-to-peer (P2P) lending. Namun, saat ini sudah banyak lembaga P2P lending di Indonesia yang kredibel dan teregulasi dengan baik.

Menurut OJK, fintech lending atau P2P lending adalah layanan pinjam-meminjam uang secara langsung antara kreditur dan debitur berbasis teknologi informasi. Produk P2P lending bisa jadi pilihan instrumen investasi jangka pendek.

Perkembangan P2P lending di Indonesia sudah pesat, sehingga mudah diakses oleh masyarakat yang masih sulit mendapatkan pinjaman dana.

Intinya, dalam P2P lending kita memberikan pinjaman kepada pihak yang membutuhkan untuk usaha, biasanya usaha mikro dan kecil. Sebagai imbalannya, selain pengembalian pokok kita juga akan mendapatkan bunga atau bagi hasil untuk yang syariah.

Tenor pinjaman di P2P lending biasanya jangka pendek, ada yang mingguan, bulanan, atau kurang dar 1 tahun.

Risiko pada investasi ini adalah ketika peminjam terlambat membayar cicilan, atau yang juga disebut kredit macet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi deposito investasi reksa dana P2P lending
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top