Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Survei EY: Neobank jadi Pilihan 42 Persen Responden di Indonesia

Neobank di Indonesia mulai berkembang karena didorong oleh lanskap layanan keuangan yang berkembang pesat. Tren neobank kemungkinan akan berlanjut seiring pemain fintech yang memasuki pasar dan terus berkembang ke lingkup e-wallet dan pembayaran digital lainnya.
Mobile banking/istimewa
Mobile banking/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Survei EY 2021 NextWave Global Consumer Banking menemukan 42 persen responden Indonesia memiliki produk atau layanan dari neobank karena produk dan layanannya yang inovatif dan lebih baik.

Di Indonesia, neobank mulai berkembang karena didorong oleh lanskap layanan keuangan yang berkembang pesat. Tren neobank kemungkinan akan berlanjut seiring pemain fintech yang memasuki pasar dan terus berkembang ke lingkup e-wallet dan pembayaran digital lainnya.

Di samping itu, kehadiran neobank juga telah meningkatkan kebutuhan pelanggan, terutama di antara konsumen yang sebelumnya kurang terlayani dan tidak terlayani.

Survei tersebut juga mengungkapkan meski pembayaran digital meningkat pesat, uang tunai tetap menjadi cara pembayaran yang dominan bagi orang Indonesia, di mana menunjukkan hampir sepertiga responden lebih memilih untuk menggunakan uang tunai jika memungkinkan.

“Hal ini mendasari kebutuhan yang berkelanjutan bagi bank untuk memiliki beberapa bentuk kehadiran fisik, baik melalui cabang atau ATM,” tulis survei tersebut, dikutip Senin (14/3/2022).

Seiring dengan digitalisasi, minat layanan superapps melalui satu aplikasi perbankan juga diminati para konsumer. Adapun, Vietnam menjadi negara dengan minat layanan superapps tertinggi, yakni dengan 83 persen responden sangat minat terhadap superapps.

Kemudian diikuti China dengan besaran 71 persen. Sementara itu, Indonesia berada di urutan ketiga dengan 70 persen responden yang memiliki minat tinggi terhadap layanan ini.

Dalam survei itu dijelaskan bahwa sebagian besar responden Indonesia memiliki banyak hubungan keuangan, hal inilah yang tidak mengherankan jika masyarakat Indonesia mencari integrasi layanan yang ramping atau seamless di seluruh penyedia.

“Kami melihat bank menanggapi minat ini dengan meningkatnya jumlah kolaborasi antara bank dan perusahaan big tech, fintech, dan e-commerce untuk menciptakan proposisi nilai yang lebih khas dan memperluas jangkauan pelanggan,” tulisnya.

Selain itu, bank dinilai memiliki peluang yang signifikan untuk menjadi titik pemersatu bagi berbagai hubungan keuangan konsumen, mengingat tingginya tingkat kepercayaan yang dimiliki konsumen terhadap penyedia utama mereka.

Survei EY 2021 NextWave Global Consumer Banking menilai konsep perbankan yang terbuka dan berbagi data –dengan persetujuan yang sesuai– akan menjadi pendukung utama integrasi perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper