Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Amartha Disebut Bakal Caplok Bank Syariah, Buat Apa?

Amartha menjelaskan bahwa sampai saat ini pihaknya masih akan menjadi platform yang memberikan pinjaman modal kerja sekaligus pemberdayaan buat para borrower pelaku usaha mikro wanita di pedesaan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 29 Maret 2022  |  12:44 WIB
CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Platform pendanaan bersama (P2P lending) klaster produktif PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menekankan bahwa fokusnya masih sama, di tengah hembusan kabar bakal mengakuisisi entitas perbankan.

Andi Taufan Garuda Putra, CEO & Founder Amartha menjelaskan bahwa sampai saat ini pihaknya masih akan menjadi platform yang memberikan pinjaman modal kerja sekaligus pemberdayaan buat para borrower pelaku usaha mikro wanita di pedesaan.

Namun, Taufan tidak membantah bahwa pihaknya juga tetap berkomitmen mengembangkan layanannya untuk ikut mensukseskan keuangan inklusif di Tanah Air.

"Kami akan terus mencari peluang dan jalan yang potensial untuk mendukung upaya pengembangan bisnis kami," ujar pria yang juga Juru Bicara Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) ini, Selasa (29/3/2022).

Taufan belum bisa berbicara banyak terkait potensi mengakuisisi entitas perbankan. Namun, Amartha memang tengah menggodok strategi yang dapat mendukung percepatan penyaluran modal bagi para borrower perempuan pengusaha mikro yang disebutnya Mitra Amartha itu.

Beberapa yang telah terealisasi, yaitu adopsi digitalisasi dalam layanan keuangan bagi para mitra, penyediaan fitur crowdfunding bagi pendana (lender) individu, serta menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.

Sebagai informasi, Amartha merupakan salah satu startup tekfin yang berhasil mencapai putaran pendanaan di Seri C pada tahun lalu, tepatnya senilai US$28 juta atau setara dengan Rp405 miliar.

Investor yang terlibat ronde pendanaan terbaru ini, antara lain Women’s World Banking Capital Partners II (WWB) bersama dengan MDI Ventures, serta didukung investor eksisting Amartha yang melakukan follow on funding dari pendanaan sebelumnya, yaitu Mandiri Capital Indonesia dan UOB Venture Management.

Adapun, beberapa waktu lalu, Taufan sempat mengungkap bahwa kedekatan tekfin dan perbankan sebenarnya merupakan keniscayaan, karena keduanya saling melengkapi.

"Fenomena kedekatan perbankan dengan fintech adalah langkah tepat untuk mempercepat inklusi keuangan nasional yang diikuti oleh inklusi digital. Hal ini terutama karena fintech, termasuk Amartha, membantu masyarakat yang belum memiliki histori kredit menjadi mudah mendapatkan riwayat kredit, lewat sistem credit score alternatif yang kami bangun," ujarnya.

Sebagai contoh, platform yang memiliki sistem pemberdyaaan berkelompok dalam mengumpulkan 'emak-emak' borrower-nya ini membangun credit score melalui kombinasi online-offline.

Misalnya, apakah borrower disiplin di riwayat pembayaran sebelumnya, bagaimana kehadirannya dalam pertemuan kelompok, seperti apa ketepatan waktu pembayarannya setiap minggu, serta analisis psikometri.

"Amartha juga memastikan histori kredit ini berjalan dengan baik melalui pendampingan dan pelatihan usaha, agar para Mitra Amartha dapat memperbesar bisnisnya dengan nilai pembiayaan yang lebih besar lagi, yaitu yang disediakan perbankan," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah fintech Amartha
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top