Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AXA Financial Catatkan Premi Rp1,32 Triliun, Asuransi Kesehatan Masih Jadi Andalan

Pendapatan premi AXA Financial mencapai Rp1,32 triliun, sebesar 47 persen di antaranya merupakan kontribusi produk asuransi kesehatan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 13 April 2022  |  17:36 WIB
AXA Financial Catatkan Premi Rp1,32 Triliun, Asuransi Kesehatan Masih Jadi Andalan
Diskusi bersama (Kiri ke kanan) Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial dan Bukit Rahardjo, Chief Financial Officer AXA Financial, terkait kinerja AXA Financial sepanjang periode 2021 dan tren industri asuransi jiwa terkini - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan asuransi jiwa PT AXA Financial Indonesia mencatatkan pertumbuhan kinerja pendapatan premi pada tutup buku periode 2021, terutama terdorong oleh produk asuransi kesehatan.

Secara terperinci, total pendapatan premi konvensional dan syariah AXA Financial pada 2021 mencapai Rp1,32 triliun, sebesar 47 persen di antaranya disumbang produk asuransi kesehatan, 28 persen asuransi unit-link, sementara 25 persen lainnya untuk tradisional.

Sebagai perbandingan, periode sebelumnya lagi alias 2020, AXA Financial mencatatkan Rp1,3 triliun, terbagi untuk asuransi kesehatan 48 persen, asuransi unit-link 29 persen, dan produk asuransi tradisional 23 persen.

Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia mengungkap bahwa  kinerja keuangan ini merupakan buah dari strategi korporasi yang fokus pada aspek pelayanan dan transformasi digital.

Contohnya, untuk memperluas akses kepada nasabah, AXA Financial menggandeng Good Doctor sebagai mitra layanan kesehatan digital, sekaligus saluran distribusi alternatif dalam menyediakan produk asuransi kesehatan digital.

Adapun, untuk mempertahankan kuatnya jalur distribusi agen yang melayani nasabah pada tahun lalu, AXA Financial Indonesia tetap aktif merekrut agen baru sebanyak lebih dari 1.800 agen sehingga total agen aktif adalah 5.000 agen.

Hasilnya, sepanjang talun lalu, jalur distribusi keagenan menyumbang 89 persen dari total pendapatan premi, sementara jalur distribusi alternatif menyumbang 11 persen. Tahun sebelumnya, porsi dari kanal agen menyumbang 87 persen, sementara kanal distribusi alternatif dengan porsi 13 persen.

"Semua ini demi memperluas ke area baru, juga segmen nasabah baru. Caranya tetap fokus membangun kekuatan tenaga pemasar yang profesional dan meningkatkan proposisi dengan memperluas rangkaian produk, termasuk produk asuransi jiwa tradisional dan peluncuran portal digital bagi nasabah," jelasnya dalam acara pemaparan kinerja AXA Financial, Rabu (13/4/2022).

Bukit Rahardjo, Chief Financial Officer AXA Financial Indonesia menjelaskan lebih lanjut bahwa saat ini total aset sebesar Rp6,45 triliun, dan mempertahankan posisi risk based capital (RBC) sebesar 406 persen, jauh di atas standar minimum persyaratan yang diterapkan otoritas.

Tahun lalu, total klaim dari lini usaha konvesional dan syariah yang dibayarkan AXA Financial mencapai Rp450 miliar, di antaranya termasuk klaim terkait pandemi Covid-19 senilai Rp167,5 miliar. Nilai ini tercatat meningkat dari periode 2020, yang ketika itu totalnya sebesar Rp327,9 miliar.

Namun, AXA Financial tetap berhasil mendongkrak laba bersih setelah pajak (NPAT) menjadi Rp125,9 miliar pada tutup buku 2021, atau naik sekitar 75 persen (year-on-year/yoy) dari periode sebelumnya atau 2020, yang ketika itu senilai Rp71,8 miliar.

"Ini merupakan bukti bahwa AXA Financial dalam posisi keuangan yang kuat, di mana walaupun pembayaran klaim membesar, kami masih tetap mampu menggenjot laba," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi premi axa
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top