Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Tahun Berdiri, Transaksi LinkAja Syariah Tumbuh 332 Persen

Pertumbuhan transaksi melalui layanan LinkAja Syariah sepanjang tahun lalu meningkat 332 persen dibandingkan pertumbuhan transaksi pada 2020. Sedangkan, pertumbuhan gross transaction value (GTV) LinkAja Syariah juga tercatat meningkat sebesar 306 persen.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 23 April 2022  |  09:48 WIB
Layanan Syariah LinkAja. istimewa
Layanan Syariah LinkAja. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA-Layanan uang elektronik LinkAja Syariah milik PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) mencatatkan pertumbuhan gemilang di 2021.

Plt CEO LinkAja Wibawa Prasetyawan menyampaikan, pertumbuhan transaksi melalui layanan LinkAja Syariah sepanjang tahun lalu meningkat 332 persen dibandingkan pertumbuhan transaksi pada 2020. Pertumbuhan gross transaction value (GTV) LinkAja Syariah juga tercatat meningkat sebesar 306 persen.

"Kemudian, pertumbuhan revenue lebih bagus lagi, meningkat 1.400 persen," ujar Wibawa dalam acara LinkAja Syariah Milad ke-2, Jumat (22/4/2022).

Dia menuturkan, saat ini kontribusi pendapatan layanan syariah LinkAja telah mencapai 23 persen terhadap total pendapatan LinkAja.

Sementara itu, dari sisi pengguna LinkAja Syariah telah mencapai 6,6 juta pengguna per Maret 2022. Menurut Wibawa jumlah pengguna tersebut tumbuh 150 persen dibandingkan tahun lalu.

Dia menambahkan, LinkAja Syariah merupakan bentuk manifestasi LinkAja untuk mendukung pemerintah mewujudkan visi masterplan ekonomi syariah Indonesia. Dengan pencapaian selama 2 tahun ini, LinkAja berkomitmen akan terus mengembangkan ragam layanan syariah digitalnya sehingga dapat bermanfaat dan membawa berkah bagi masyarakat.

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan, sejak 2009 penggunaan uang elektronik terus mengalami pertumbuhan. Bank Indonesia mencatat per Februari 2022, nilai transaksi uang elektronik tumbuh 41,35 persen secara tahunan, yakni mencapai Rp27,1 triliun.

"Angka ini diperkirakan masih akan terus naik sejalan dengan meningkatnya penerimaan dan preferensi masyarakat terhadap uang elektronik," kata Ma'ruf.

Menurutnya, pertumbuhan penggunaan uang elektronik tak lepas dari perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat untuk bertransaksi secara praktis, aman, nyaman, dan cepat. Apalagi dengan adanya pandemi, popularitas uang elektronik semakin meningkat dan fungsinya kian meluas, mulai dari untuk pembayaran tol nontunai, pembayaran pajak, belanja daring, hingga penyaluran dana sosial.

Besarnya potensi ekonomi digital, termasuk uang elektronik turut menjadi faktor pendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional. Ma'ruf menuturkan, ekonomi dan keuangan syariah juga merasakan dampak positif yang dibawa oleh teknologi digital.

Dia pun berharap ke depan LinkAja Syariah dapat terus mengoptimalkan peran dan potensi, serta layanannya dengan menjaga komitmen aspek keamanan, yakni memberikan jaminan perlindungan dan kemampuan mengatasi risiko kejahatan cyber dan menjaga aspek kemanfaatan, yakni tidak hanya mencakup kemudahaan dan luasnya layanan, transaksi juga mencakup sifat adaptabilitas dan inovatif mengikuti kebutuhan masyarakat yang dinamis.

"Saya berharap LinkAja Syariah semakin memperluas kolaborasi dengan beragam pelaku dan ekonomi keuangan syariah, utamanya dalam menyokong UMKM dan menyalurkan dana sosial syariah," ujar Ma'ruf.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

syariah bank syariah ekonomi syariah perbankan syariah Ma'ruf Amin LinkAja
Editor : Denis Riantiza Meilanova

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top