Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Syariah Indonesia (BRIS) Cetak Laba Hampir Rp1 Triliun pada Kuartal I/2022

Selain itu, BSI juga mencatatkan penyaluran pembiayaan yang tumbuh 11,59 persen yoy mencapai Rp177,51 triliun.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 28 April 2022  |  13:20 WIB
Gedung berlogo Bank Syariah Indonesia yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (31/1/2021).  Bisnis - Arief Hermawan P
Gedung berlogo Bank Syariah Indonesia yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (31/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI membukukan laba bersih sebesar 33,18 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi sebesar Rp987,68 miliar di kuartal I/2022. 

“Kita bersyukur laba bersih BSI di Maret 2022 ini tumbuh cukup baik sebesar 33,18 persen yoy, sehingga total laba mencapai sebesar Rp987,68 miliar,” kata Direktur Utama BSI, Hery Gunardi dalam Paparan Kinerja BSI Triwulan I/2022, Kamis (28/4/2022). 

Hery melanjutkan, aset emiten bersandi saham BRIS ini juga mengalami pertumbuhan sebesar 15,73 persen yoy menjadi Rp271,29 triliun. 

Selain itu, BSI juga mencatatkan penyaluran pembiayaan yang tumbuh 11,59 persen yoy mencapai Rp177,51 triliun. Adapun komposisi pembiayaan tersebut terdiri dari pembiayaan konsumer yang tumbuh 20,73 persen, pembiayaan mikro tumbuh 22,42 persen, dan gadai emas tumbuh 8,96 persen. 

“Dari sisi kualitas pembiayaan terus membaik yang ditandai dengan penurunan NPF [non performing financing] net menjadi 0,90 persen di Maret 2022, NPF gross juga mengalami penurunan semula sebesar 3,09 persen di Maret 2021 menjadi sebesar 2,91 persen di Maret 2022,” tambahnya. 

Hery menyatakan perseroan terus memperkuat cadangan, sehingga cash coverage meningkat secara signifikan menjadi 150,09 persen.

Berikutnya, untuk perolehan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp238,53 triliun atau tumbuh sebesar 16,07 persen yoy. Hery menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil implementasi keseriusan BSI dalam menggarap dana murah sebagai salah satu strategi yang konsisten dijalankan dalam memacu pertumbuhan.

Di sisi lain Tabungan BSI secara keseluruhan mencapai Rp100,73 triliun atau tumbuh 15,48 persen. Sedangkan tabungan yang paling diminati masyarakat adalah Tabungan Wadiah, yakni tabungan yang tidak memberikan bagi hasil maupun biaya administrasi bulanan. Adapun, Tabungan Wadiah mengalami pertumbuhan hampir 24 persen yoy.

“BSI terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik, hampir semua volume mengalami pertumbuhan double digit dan rasanya ini memang di atas rata-rata industri,” kata Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho. 

Cahyo meyakini bahwa dengan pertumbuhan yang sehat dan sustain, menghasilkan kinerja profitabilitas yang lebih baik yang terlihat dari beberapa rasio keuangan dari sisi profitability, yaitu dari return on equity (ROE) maupun return on asset (ROA). 

Untuk ROE, BSI tumbuh menjadi 16,58 persen, di mana pada posisi tahun lalu di level 14 persen. Sama halnya dengan ROA yang tumbuh menjadi 1,93 persen dari sebelumnya 1,72 persen. Sementara itu, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menurun dan berada di level 75,35 persen. 

Selanjutnya, BSI mencatat net interest margin (NIM) juga menunjukkan perbaikan menjadi 1,92 persen, dari sebelumnya 2,11 persen, serta berhasil menurunkan cost of fund (CoF) dari 2,2 persen di tahun lalu menjadi 1,6 persen. 

“Saya rasa ini membuat BSI menjadi salah satu bank yang cukup kompetitif, sangat kompetitif dari sisi cost of fund,” sambungnya. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah perbankan Bank Syariah Indonesia
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top