Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyaluran Kredit Bank Semakin Deras per April 2022

Pertumbuhan kredit per April 2022 naik 9,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp5.981 triliun.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 15 Juni 2022  |  14:09 WIB
Penyaluran Kredit Bank Semakin Deras per April 2022
/Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit perbankan pada April 2022 mencapai Rp5.981 triliun, tumbuh 9,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Pertumbuhan kredit pada April 2022 juga berhasil rebound dari posisi April 2021 yang saat itu mengalami kontraksi 2,28 persen. 

Dalam laporan Focus Group Discussion (FGD) dengan Pemimpin Redaksi Media Massa Juni 2022, OJK menyampaikan pertumbuhan pada April 2022 lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit Maret 2022 yang sebesar 6,67 persen yoy. 

“Kredit perbankan Maret 2022 senilai Rp5.863 triliun, sedangkan April 2022  Rp5.981 triliun,” tulis OJK dalam laporannya dikutip, Rabu (15/6/2022).

Peningkatan penyaluran kredit tersebut diikuti dengan penurunan rasio kredit bermasalah bersih atau non-performing loan (NPL) net  pada April 2022 menjadi 0,83 persen, dari posisi April 2021 1,06 persen, dan NPL gross yang turun dari 3,22 persen pada April 2021 menjadi 3,00 persen pada April 2022. 

Lebih lanjut, dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun perbankan tercatat sebesar Rp7.486 triliun pada April 2022, tumbuh 10,1 persen periode yang sama tahun lalu yang saat itu sebesar Rp6.799 triliun. 

Sementara itu rasio total pinjaman dan total simpanan (LDR), secara tahunan sedikit terkontraksi menjadi 79,90 persen pada April 2022. 

Dari sisi permodalan, perbankan mengalami penguatan modal. Pada April 2022, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan naik menjadi 24,32 persen dari sebelumnya posisi tahun lalu yang sebesar 24,21 persen. 

Selain itu, pada 4 bulan pertama 2022, perbankan di Tanah Air juga berhasil menjaga profitabilitas. Digitalisasi membuat beban perbankan makin rendah, dan pendapatan tetap terjaga. Rasio beban operasional dan pendapatan operasional pada April 2022 tercatat sebesar 78,57 persen, turun dibandingkan dengan April tahun lalu yang sebesar 85,47 persen. 

Sementara itu, net interest margin (NIM) meningkat secara tahunan dari 4,55 persen pada April 2021 menjadi 4,63 persen para April 2022. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit OJK
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top