Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AJB Bumiputera 1912 Tetapkan Tiga Direksi Pilihan BPA, Ini Nama-Namanya

BPA Bumiputera 1912 menetapkan 3 direksi baru untuk menyelesaikan klaim yang menumpuk.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 22 Juni 2022  |  18:13 WIB
Irvandi Gustari (kanan) dalam jabatan sebelumnya saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia. - JIBI/Dwi Prasetya
Irvandi Gustari (kanan) dalam jabatan sebelumnya saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Asuransi Jiwa Bersama atau AJB Bumiputera 1912 menetapkan jajaran direksi baru berdasarkan pilihan Badan Perwakilan Anggota atau BPA. Dari 16 kandidat, hanya dua yang terpilih dan satu lainnya merupakan petahana.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, sidang BPA dengan agenda pemilihan direksi perusahaan telah selesai pada hari ini. BPA menetapkan tiga nama direksi Bumiputera, setelah cukup lama mengalami kekosongan direksi definitif.

"Direktur Utama: Irvandi Gustari, Direktur Operasional: La Idu Sampulawa, Direktur SDM: Dena Chaerudin," tertulis dalam informasi yang diperoleh Bisnis pada Rabu (22/6/2022).

Irvandi dan Sampulawa masuk dalam 16 kandidat calon direksi Bumiputera yang dipilih oleh BPA. Terdapat masing-masing delapan kandidat yang berasal dari eksternal atau luar Bumiputera dan dari internal perusahaan, tetapi Irvandi dan Sampulawa yang terpilih sama-sama berasal dari pihak eksternal.

Dalam dokumen yang diperoleh Bisnis, Irvandi maju sebagai calon direktur utama atas rekomendasi anggota BPA daerah pemilihan II (Sumatera Bagian Tengah), Hardi. Sementara itu, Sampulawa mencalonkan diri sebagai direktur bisnis atas rekomendasi dua orang, yakni anggota BPA dapil X (Sulawesi) Jalaluddin Rum dan anggota BPA dapil IV (DKI Jakarta) Jefry Rasyid.

Sementara itu, Dena memang sudah menjabat sebagai Direktur SDM & Umum Bumiputera merangkap Direktur Kepatuhan. Namun, Dena sendiri tidak masuk ke dalam 16 kandidat direksi yang ada, padahal terdapat kandidat lain yang mengajukan diri untuk memperoleh kursi direktur SDM.

Tiga orang direksi tersebut baru terpilih atas kesepakatan BPA, yang merepresentasikan kepentingan pemegang saham di Bumiputera, yang perusahaannya berbentuk usaha bersama (mutual). Setiap pemegang polis secara otomatis menjadi pemegang saham di Bumiputera, sehingga penentuan keputusan melalui majelis bernama BPA.

Nantinya, nama-nama direksi terpilih harus disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dimintai persetujuan. Untuk mendapatkan restu otoritas, para direksi baru harus menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di OJK—baru bisa menjadi direksi definitif jika lolos tes tersebut dan harus diganti jika gagal.

Selama bertahun-tahun, Bumiputera hanya memiliki satu direksi definitif, yakni Dena. Kursi direktur utama terus berganti karena tidak adanya kandidat yang lolos fit and proper test di OJK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ajb bumiputera 1912
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top