Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 6 Cara Investasi di Pasar Modal bagi Pemula

Investasi membutuhkan kesabaran. Anda harus mengamati pergerakan harga investasi, baik itu saham, reksadana, maupun obligasi.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 01 Juli 2022  |  14:35 WIB
Ini 6 Cara Investasi di Pasar Modal bagi Pemula
Tips investasi - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Ada beberapa tips investasi di pasar modal yang wajib diketahui oleh investor pemula, agar bisa mendapatkan keuntungan pada masa yang akan datang.

Investor pasar modal bisa mencoba beberapa investasi berupa investasi saham, reksadana, dan obligasi atau surat utang di pasar modal ini. 

Bagi Anda pemula, cara investasi di pasar modal sebenarnya bukanlah perkara sulit. Walau demikian, penting untuk memperhatikan berbagai hal agar tujuan dapat tercapai dan meminimalisir kerugian di tengah jalannya investasi. 

Melansir dari Nerd Wallet dan Bank Rate pada Jumat (1/7/2022), berikut cara yang bisa membantu Anda dalam memulai berinvestasi di pasar modal.

Cara Pemula Memulai Investasi di Pasar Modal

1. Tentukan Tujuan Investasi secara Spesifik

Berikut ini hal-hal yang perlu dipikirkan sebelum melakukan investasi pasar modal:

- Tujuan investasi. Apakah kebutuhan jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang.

- Risk appetite atau selera risiko. Apakah Anda menyukai investasi yang berisiko tinggi, sedang, atau yang relatif aman?

- Jumlah dana untuk investasi. Berapa yang ingin dianggarkan untuk investasi secara rutin. Penting untuk diingat bahwa dana untuk investasi beda dengan dana untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

2. Pahami Tempat Berinvestasi

Anda harus benar-benar memahami tempat berinvestasi yang Anda pilih. Tempat berinvestasi yang dimaksud adalah instrumen investasinya. Pilihlah sektor investasi yang benar-benar Anda pahami. 

Seperti mengetahui produk apa saja yang dijual oleh perusahaan atau dari mana saja sumber pemasukan perusahaan, serta bagaimana proses bisnisnya. 

Mengutip dari Money Us News, penilaian merupakan faktor penting saat memilih saham. Profitabilitas perusahaan, prospek pertumbuhan pendapatan, kualitas manajemen dan kinerja industri.

Beckerman pun mengatakan penting untuk memberi investor beberapa warna seputar sentimen mengenai berbagai kelompok industri.

3. Investasi secara Bertahap 

Sebagai investor pemula, anda mulai rajin membeli instrumen investasi yang dipilih. Investor perlu memikirkan strategi dan kesempatan jangka panjang.

4. Lakukan Diversifikasi Investasi

Berdasarkan Bank Rate, pembelian bertahap juga dapat memberimu peluang untuk mengamati pergerakan harga saham di sektor lain. 

Jadi, Anda tidak menempatkan seluruh uang di satu sektor saja. Inilah yang disebut diversifikasi investasi. Jika sudah membeli saham di sektor properti, misalnya, kamu bisa menempatkan uang di sektor komoditas. 

Tujuannya untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi di masa depan. Ketika salah satu sektor melemah, setidaknya sektor yang lain menguat. Jadi, Anda tidak kehilangan banyak uang. 

5. Amati Pergerakan Harga

Anda harus mengamati pergerakan harga investasi yang Anda pilih, baik itu saham, reksadana, maupun obligasi. Apalagi, jika Anda berinvestasi saham yang pergerakan harganya sangat fluktuatif, Anda harus terus memantau harganya. 

Harga saham tidak selalu turun meski kondisi ekonomi tengah sulit. Akan ada masanya harga saham tersebut naik. Sehingga, rajinlah mengamati pergerakan harganya. 

Berapa persentase kenaikan dan penurunan harga dalam kurun waktu tiga hari terakhir.

6. Mulai dari Sekarang

Memilih kesempatan yang sempurna untuk terjun dan berinvestasi di pasar saham biasanya tidak bekerja dengan baik. Tidak ada yang tahu dengan pasti 100 persen waktu terbaik untuk masuk.

Investasi dimaksudkan sebagai kegiatan jangka panjang. Tidak ada waktu yang tepat untuk memulai.

“Salah satu poin inti dengan berinvestasi bukan hanya untuk memikirkannya, tetapi juga untuk memulainya,” kata Dan Keady, perencana keuangan yang telah bersertifikat di TIAA Bank.

Jika Anda berinvestasi sekarang, dan makin sering dari waktu ke waktu, penggabungan itu adalah hal yang benar-benar dapat mendorong hasil Anda. Jika Anda ingin berinvestasi, sangat penting untuk benar-benar memulai dan memiliki target dari waktu ke waktu. 

Mengungat status anda masih investor saham pemula, sebaiknya luangkan waktu lebih banyak untuk belajar investasi saham. Dengan begitu, hasil investasi pertama Anda tidak mengecewakan dan tentunya mendapat keuntungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Obligasi tips investasi
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top