Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Ramalan Nasib Bank Digital Kalau Lanjutkan Perang Suku Bunga Deposito

Di Australia, satu bank digital murni pertama menutup bisnisnya karena tekanan inflasi dan suku bunga tinggi.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 06 Juli 2022  |  15:20 WIB
Begini Ramalan Nasib Bank Digital Kalau Lanjutkan Perang Suku Bunga Deposito
Ilustrasi daftar bank digital di Indonesia. - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Perang suku bunga yang dinilai masih terjadi di Indonesia, berisiko membuat bank digital Tanah Air bernasib sama seperti bank digital di Australia. Sebagaimana diketahui, Volt, bank digital murni pertama di Negeri Kangguru menutup bisnis karena tertekan kenaikan suku bunga dan inflasi tinggi.

Dengan demikian, bank-bank berbasis internet harus mulai beralih ke profitabilitas, dengan menawarkan suku bunga kredit yang wajar.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan tumbangnya salah satu bank digital di Australia, berpotensi terjadi juga di Indonesia.

Selama masa pandemi, banyak perusahaan yang mendirikan bank digital, yang kemudian mendorong pada persaingan suku bunga tabungan. Hal tersebut berisiko membuat industri perbankan digital tidak sehat, yang ujungnya saat terjadi inflasi tinggi, kinerja bank-bank digital tersebut akan tertekan.

“Jika hanya perang suku bunga yang dimainkan, bukan layanan digital, tentunya tidak akan jauh berbeda dengan bank lainnya, bahkan bisa kalah bersaing dengan tingginya inflasi,” kata Bhima, Rabu (6/7/2022).

Bhima juga menuturkan kegiatan promosi dengan menaikkan suku bunga, berisiko membuat bank digital sedikit tertekan ketika terjadi inflasi. Beban bunga akan menjadi makin mahal bagi bank digital hanya untuk menarik deposan baru.

Saat inflasi, lanjutnya, juga ada kecenderungan risiko kredit macet meningkat pada beberapa debitur di bank digital. Khususnya ,debitur yang menggunakan kredit konsumsi seperti paylater.

“Perang suku bunga akan menjadi blunder jika terus dilanjutkan,” kata Bhima.

Sekadar informasi, beberapa bank digital saat ini menawarkan bunga tabungan yang cukup tinggi. PT Bank Seabank Indonesia misalnya, menawarkan bunga tabungan hingga 6 persen per tahun dan bunga deposito 7 persen per tahun, atau dua kali lipat dari bunga deposito bank lainnya.

Seabank memberi kantambahan informasi bahwa suku bunga tinggi tersebut hanya pada periode promo hingga September 2022.Selain itu, Seabank juga menawarkan gratis transfer ke bank lain sebanyak 100 kali per bulan.

Sementara itu PT Allo Bank Indonesia Tbk. atau BBHI menawarkan suku bunga deposito hingga 6 persen per tahun dan suku bunga tabungan sebesar 4 persen per tahun. PT Bank Jago Tbk. (ARTO) menawarkan suku bunga tabungan sebesar 7 persen selama 3 bulan pertama bagi nasabah baru. Adapun dalam kondisi normal, suku bunga Bank Jago di kisaran 3,5 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Digital Suku Bunga Inflasi
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top