Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Blak-blakan Dirut Bank Neo (BBYB) atas Laba Rugi dan Neraca Perusahaan

Direktur Utama Bank Neo Commerce menyebutkan pada Juni perusahaan rugi di bawah Rp30 miliar sedangkan pada Mei 2022 mencapai Rp90 miliar.
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank Neo Commerce di Jakarta, Rabu (5/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank Neo Commerce di Jakarta, Rabu (5/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Rugi setelah pajak yang dicatatkan PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) mencapai Rp606 miliar pada semester I/2022.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan dalam 2 bulan terakhir, angka kerugian tersebut terus mengalami penurunan.

“Juni loss kami sudah di bawah Rp30 miliar. Sementara pada Mei loss kami masih pada kisaran Rp90 miliar,” kata Tjandra di Jakarta, Kamis (7/7).

Tjandra memproyeksikan kerugian tersebut akan terus turun ke depannya, bahkan berpeluang menjadi profit.

“Kalau ditanya angkanya berapa [sampai akhir tahun]? Yang pasti angkanya jauh di bawah loss tahun lalu,” kata Tjandra.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), hingga pada kuartal II/2022 perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp11,1 triliun, naik sekitar Rp3 triliun dibandingkan dengan Desember 2021.

Dari jumlah DPK yang terkumpul, dana yang berasal dari tabungan dan giro (Current Account Saving Account/CASA) sebesar Rp3,1 triliun pada Juni 2022. Tumbuh 82,35% year to date dibandingkan dengan posisi CASA pada Desember 2021 yang senilai Rp1,7 triliun.

Adapun DPK yang berasal dari deposito berjangka, kata Tjandra, naik 23,07 persen ytd dari Rp6,5 triliun pada Desember 2021 menjadi Rp8 triliun pada semester I/2022.

Sementara itu untuk aset, ujar Tjandra, pada Desember 2021 senilai Rp11,3 triliun. Jumlah tersebut bertambah Rp3 triliun dalam 6 bulan pertama 2022 menjadi Rp14,3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper