Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kredit Kendaraan Bermotor Meningkat per Juli 2022, Ini Penyebabnya

Kredit kendaraan bermotor tercatat mengalami peningkatan pangsa dari 23,4 persen pada Juni 2022 menjadi 25,1 persen per Juli.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 20 Agustus 2022  |  13:27 WIB
Kredit Kendaraan Bermotor Meningkat per Juli 2022, Ini Penyebabnya
Kendaraan bermotor terjebak kemacetan lalu lintas di jalan di atas Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi II yang belum beroperasi di Depok, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Permintaan kredit kendaraan bermotor (KKB) pada Juli 2022 tercatat mengalami peningkatan tecermin dari Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dirilis oleh Bank Indonesia.

Bank sentral dalam laporan itu menyebutkan permintaan pembiayaan rumah tangga melalui kredit meningkat. Pangsa responden rumah tangga yang melakukan penambahan biaya melalui kredit mencapai 10,3 persen pada Juli 2022, lebih besar dari bulan sebelumnya 8,9 persen.

Pinjaman bank masih menjadi sumber utama pemenuhan pembiayaan rumah tangga pada Juli 2022, dengan pangsa pasar 37,4 persen. Sumber lainnya adalah koperasi 19,8 persen, leasing 19,3 persen, dan teman mencapai 9,1 persen.

Berdasarkan jenis penggunaannya, KKB tercatat mengalami peningkatan pangsa dari 23,4 persen pada Juni 2022 menjadi 25,1 persen per Juli. Perhitungan ini terpantau dari pengajuan pembiayaan baru yang dilakukan oleh responden rumah tangga.

Geliat peningkatan KKB turut melanjutkan kinerja yang ditorehkan sepanjang Juni 2022. Pada periode tersebut, bank sentral mencatat penyaluran KKB mencapai Rp108,2 triliun atau tumbuh 8,4 persen secara year-on-year (yoy).

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah memproyeksikan pertumbuhan KKB akan berlanjut hingga akhir tahun seiring dengan pelonggaran mobilitas dan aktivitas masyarakat yang semakin normal.

“Dengan latar belakang ini apabila mobilitas masyarakat terus tidak terganggu, penjualan kendaraan bermotor akan terus meningkat, demikian juga dengan pembiayaannya atau KKB, dan bisa tumbuh dua digit pada 2022,” kata Piter,

Piter menyebutkan salah satu peluang yang mempengaruhi pertumbuhan tersebut adalah masih tingginya harga komoditas dan pemulihan ekonomi. Sementara itu, ketidakpastian dan kenaikan harga dinilai masih menjadi tantangan.

Namun, dia menyatakan meski ada kenaikan harga dan suku bunga, pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor diperkirakan akan tetap melaju. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia survey survei kredit kredit kendaraan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top