Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ditopang Asuransi Kesehatan, Premi Bruto Lippo Insurance Capai Rp1,25 triliun

Sejalan dengan kenaikan premi bruto, Lippo Insurance mencetak kenaikan laba sebesar 26,29 persen yoy.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 23 Agustus 2022  |  20:57 WIB
Ditopang Asuransi Kesehatan, Premi Bruto Lippo Insurance Capai Rp1,25 triliun
Lippo Insurance.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Lippo General Insurance Tbk. atau Lippo Insurance (LPGI) membukukan premi bruto senilai Rp1,25 triliun sepanjang semester I/2022, naik 21,89 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Perolehan premi tersebut ditopang oleh lini bisnis asuransi kesehatan.

Sejalan dengan kenaikan premi bruto, perseroan juga mampu mencatatkan kenaikan laba sebesar 26,29 persen yoy. Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2022, laba tahun berjalan perseroan naik menjadi Rp92,74 miliar, dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp73,43 miliar.

Presiden Direktur LPGI Agus Benjamin mengatakan, pertumbuhan premi dan laba tersebut didorong oleh peningkatan dari semua lini bisnis perseroan.

"Semua lini bisnis berkontribusi untuk pertumbuhan premi dan laba sepanjang semester I/2022," ujar Agus kepada Bisnis, dikutip Selasa (23/8/2022).

Perolehan premi LPGI ditopang oleh lini bisnis asuransi kesehatan yang mencapai Rp770,57 miliar atau tumbuh 26,56 persen yoy. Lini bisnis ini berkontribusi sebesar 61,59 persen terhadap total perolehan premi bruto perseroan.

Kontribusi premi bruto lainnya berasal dari asuransi kebakaran Rp178,34 milar atau tumbuh 2 persen yoy, asuransi kredit dan jaminan senilai Rp151,85 miliar atau tumbuh 43,58 persen yoy.

Selain itu, pendapatan premi perseroan juga dikontribusikan dari asuransi kendaraan bermotor senilai Rp59,58 miliar, jiwa dan kematian Rp44,86 miliar, pengangkutan Rp20,64 miliar, dan lain-lain Rp25,5 miliar.

Menurut Agus, memasuki kuartal ketiga tahun ini industri dihadapkan pada tantangan risiko kenaikan inflasi. Perseroan pun akan berupaya untuk mengelola dampak negatif dari paparan risiko tersebut.

"Kami berusaha mengelola dampak kenaikan inflasi ini agar sekecil mungkin terhadap performance perusahaan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lippo insurance asuransi kesehatan asuransi
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top