Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rights Issue Bank Victoria (BVIC) Tersisa 4,55 Miliar, Modal Inti Rp3 Triliun Tercapai?

Rights issue Bank Victoria (BVIC) yang telah rampung dilaksanakan hanya mampu menambah modal inti Rp370,36 miliar.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 31 Agustus 2022  |  15:19 WIB
Rights Issue Bank Victoria (BVIC) Tersisa 4,55 Miliar, Modal Inti Rp3 Triliun Tercapai?
Bank Victoria - victoriabank.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Aksi tambah modal melalui right issue PT Bank Victoria International Tbk. (BVIC) hanya ditebus 2,46 miliar dari rancangan 7,02 miliar. 

Artinya aksi tambah modal melalui HMETD sepanjang 12 – 26 Agustus 2022 itu artinya masih menyisahakan saham yang tidak ditebus sebesar 4,55 miliar. Harga pelaksanaan rights issue BVIC sendiri senilai Rp150 per saham. Maka, dari dasar ini total dana segar yang dapat menjadi penambah modal Bank Victoria adalah Rp370,36 miliar dari target Rp1,05 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bank Victoria Caprie Ardira menyampaikan realisasi pelaksanaan HMETD BVIC sesuai dengan laporan dari Biro Administrasi Efek (BAE).

 "Total saham yang dikeluarkan adalah sebanyak 2.553.461.919 saham [2,55 miliar saham]," kata Caprie kepada Bisnis, Rabu (31/8/2022)

Semestinya, jika seluruh pemegang saham menyerap penerbitan saham baru ini, maka BVIC akan langsung melesat di atas ketentuan modal inti dari OJK. Saat ini, modal inti (tier 1) yang dimiliki BVIC secara bank only per akhir Juni 2022 tercatat sebesar Rp2,4 triliun, atau naik 31,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,83 triliun.

Terkait modal inti, Bisnis mencoba mengkalkulasikan modal inti perseroan dengan total dana segar yang dimiliki BVIC, yakni baru bernilai Rp2,77 triliun setelah aksi tambah modal. Nilai itu masih kurang dari ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan setiap perbankan memiliki modal inti minimum sebesar Rp3 triliun pada akhir 2022.

 Kendati demikian, Caprie  menyampaikan Bank Victoria optimistis dapat memenuhi modal inti minimum hingga akhir tahun ini yang telah ditetapkan regulator. “Sangat optimis kalau modal inti Rp3 triliun,” ujarnya.

Caranya? Caprie menyampaikan Bank Victoria juga akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana penambahan modal dengan memberikan HMETD sebanyak-banyaknya 5 miliar saham baru.

"RUPSLB Perseroan untuk memperoleh persetujuan atas pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan HMETD rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 30 September 2022," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BVIC bank victoria right issue
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top