Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saran IdScore Biar Multifinance Bisa Bersaing di Era Digital

Saat ini, para debitur menuntut kemudahan akses layanan dengan kecepatan proses.
Logo Pefindo Biro Kredit. /Pefindo
Logo Pefindo Biro Kredit. /Pefindo

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan atau multifinance perlu menciptakan keseimbangan antara target bisnis dengan manajemen risiko dalam kondisi saat ini.

Direktur Utama Pefindo Biro Kredit (IdScore) Yohanes Arts Abimanyu menjelaskan bahwa hal tersebut seiring semakin beratnya tuntutan era digitalisasi layanan jasa keuangan.

"Kecepatan dan akurasi menjadi faktor kunci yang tidak mungkin dihindari dalam iklim bisnis saat ini," ujarnya dalam pembukaan rangkaian acara Workshop Multifinance 'Memenangkan Persaingan Bisnis Multifinance di Era Digital', Kamis (8/9/2022).

Abimanyu mengungkap saat ini para debitur terus menuntut kemudahan akses layanan dengan kecepatan proses. Sejalan dengan itu, perusahaan pun bergelut untuk dapat memenangi persaingan dengan pengambilan keputusan pembiayaan secara lebih mudah, cepat, dan akurat.

Oleh sebab itu, multifinance perlu mencermati bagaimana upaya digitalisasi untuk mengejar target volume pembiayaan tetap diiringi dengan mitigasi risiko, sehingga tak terjadi lonjakan tingkat non-performing financing (NPF) pada masa depan.

"Untuk itu, diperlukan suatu gambaran dan pemahaman bersama tentang perlunya solusi manajemen risiko yang efektif dalam menjaga kualitas pembiayaan dan portofolio piutang guna menunjang target pertumbuhan bisnis perusahaan pembiayaan," tambahnya.

Terkini, workshop bersama IdScore berupaya membawa para pemain mengenal lebih dalam terkait credit score, yang bukan hanya sebagai salah satu indikator yang digunakan dalam manajemen risiko kredit guna mendalami profil debitur.

"Kami mencoba menggali sejauh mana credit scoring yang dikostumisasi bisa dimanfaatkan dan diselaraskan dengan target serta kebijakan penyaluran pembiayaan melalui pemilihan data atau parameter spesifik yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan pembiayaan," tambah Abimanyu.

Selain customized credit scoring, workshop juga mengupas data stastistik berbasis riset bisnis intelligence yang dapat dimanfaatkan dalam kajian debitur korporasi berbasis penilaian risiko risiko industri, risiko bisnis, risiko keuangan, dan profil perkreditan.

Workshop diharapkan dapat memberikan jawaban kebutuhan perusahan pembiayaan terkait manajemen risiko, pengambilan keputusan yang terotomasi dan penyusunan strategi bisnis yang sangat relevan di era digital saat ini.

Ketua Bidang Keuangan Berkelanjutan dan Industri Keuangan Digital Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) William Francis Indra, menambahkan setiap digitalisasi untuk meningkatkan bisnis dan melakukan efisiensi biaya, salah satunya dipicu oleh situasi yang dihadapi selama masa pandemi Covid-19.

"Selain itu, mulai bermunculan perusahaan berbasis digital yang disruptif, sehingga memunculkan tantangan yang perlu dijawab multifinance dengan mengoptimalkan teknologi digital," ujar William.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper