Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lampaui Target, Jumlah Nasabah Baru Holding Ultra Mikro Capai 6,85 juta per Agustus 

Jumlah nasabah baru holding Mitra Ultra melampaui target dan mencapai 6,85 juta per Agustus.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 13 September 2022  |  00:17 WIB
Lampaui Target, Jumlah Nasabah Baru Holding Ultra Mikro Capai 6,85 juta per Agustus 
Ilustrasi pembiayaan mikro
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Target Holding Ultra Mikro untuk mendorong UMKM Ultra Mikro tercapai.

Corporate Secretary BRI selaku induk holding Aestika Oryza Gunarto mengatakan hingga Agustus 2022 integrasi layanan ketiga entitas BRI, Pegadaian dan PMN melalui Gerai Senyum sudah mencapai 1.003 lokasi, atau telah lebih tinggi dibandingkan target awal yang mencapai 1.000 lokasi Gerai Senyum. 

Sementara itu dari sisi nasabah baru Ultra Mikro (UMi), mencapai 6,85 juta lebih tinggi dari target sebanyak 3,3 juta. Nasabah PNM Mekaar yang bergabung sebagai Agen BRILink sudah mencapai lebih dari 40.000 agen.

Aestika mengatakan per Agustus 2022 tercatat lebih dari 88.000 nasabah UMi berhasil dinaik-kelaskan menjadi nasabah segmen mikro. Selain itu, jumlah nasabah yang telah diintegrasikan ketiga entitas Holding UMi mencapai 23,5 juta nasabah dengan total outstanding pembiayaan sebesar Rp183,9 triliun. 

“Hal tersebut mencerminkan kemampuan bayar nasabah ultra mikro yang baik,” kata Aestika kepada Bisnis, Senin (12/9/2022). 

Aestika menjelaskan salah satu tujuan berdirinya Holding Ultra Mikro, yakni memberikan akses layanan keuangan kepada masyarakat seluas-luasnya dengan biaya seefisien mungkin, disamping itu adanya holding UMi juga diharapkan dapat mengurangi praktik rentenir (loan shark) di tengah masyarakat. 

Dari 30 juta pelaku usaha UMi yang belum mendapatkan layanan keuangan formal, terdapat lebih dari 12 juta pelaku usaha yang masih bergantung dari pinjaman para kerabat dekat dan rentenir (loan-shark) serta 18 juta lainnya bahkan belum terlayani. 

BRI mengambil upaya untuk mengentaskan kelompok usaha segmen ultra mikro dari permasalahan tersebut. Terbukanya akses pembiayaan bagi usaha UMi akan memberikan fleksibilitas dan daya adaptasi yang baik bagi pengembangan usaha. 

“Di samping itu, mendekatkan jangkauan inklusi keuangan pada kelompok ini dapat membuka ruang tumbuh usaha menjadi lebih potensial,” kata Aestika. 

Aestika mengatakan strategi BRI untuk memberdayakan pelaku UMKM utamanya ultra mikro tersebut melalui digitalisasi, yakni go smaller, go shorter, go faster. 

BRI akan menyiapkan ticket size kredit yang lebih kecil untuk segmen ultra mikro, menyediakan pinjaman dengan tenor lebih pendek dan pemrosesan yang lebih cepat melalui aplikasi BRISPOT dengan tujuan agar tercipta sebuah proses dan sistem yang lebih efisien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan perusahaan pembiayaan pembiayaan mikro bri
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top