Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRI (BBRI) dan BCA (BBCA) Pacu Pengembangan Fitur Mobile Banking

BRI dan BCA terus memacu pengembangan sejumlah fitur pada aplikasi mobile banking besutannya, seiring dengan potensi besar ekonomi digital Indonesia.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 19 September 2022  |  20:15 WIB
BRI (BBRI) dan BCA (BBCA) Pacu Pengembangan Fitur Mobile Banking
Mobile banking. - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terus memacu pengembangan sejumlah fitur pada aplikasi mobile banking besutannya, seiring dengan potensi besar ekonomi digital Indonesia.

The Asian Banker tahun 2022 menyatakan ekonomi digital berpotensi mendorong prospek pertumbuhan ekonomi sekaligus mentransformasikan kehidupan masyarakat.

Dari 181 juta populasi usia dewasa di Indonesia, sebanyak 51 persen masuk dalam kategori unbanked dan 26 persen underbanked. Angka itu menempatkan Indonesia pada urutan ke-5 sebagai negara dengan angka populasi masyarakat underbanked terbesar di Asia Tenggara.

Sementara itu, studi Deloitte menunjukkan ekonomi digital di Indonesia berpotensi tumbuh sebesar US$133 juta dalam lima tahun mendatang sehingga mendorong institusi semakin berinovasi untuk mempercepat pertumbuhan digitalisasi di semua sektor.

Dengan meningkatnya ketersediaan ponsel pintar dan internet secara paralel di Indonesia, tercatat 60 juta konsumen baru bergabung dengan ekonomi digital selama periode pandemi.

Seiring potensi tersebut bank milik negara, BRI, berkomitmen terus menghadirkan layanan digital secara holistik untuk memenuhi kebutuhan nasabah melalui aplikasi ponsel BRImo.

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan bahwa peningkatan fitur BRImo akan terus dilakukan oleh emiten bersandi saham BBRI tersebut sebagai upaya meningkatkan kepuasan nasabah atau customer centric.

“BRI telah menyiapkan fitur-fitur menarik yang bisa memenuhi kebutuhan nasabah secara sehari-hari. Beberapa ekosistem akan diintegrasikan ke aplikasi BRImo dengan berkolaborasi beberapa fintech besar di Indonesia,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (19/9/2022).

Aestika mengatakan nantinya fitur ekosistem tersebut akan menambah daya tarik baru bagi pengguna BRImo untuk meningkatkan transaksi. Saat ini, BRImo memiliki lebih dari 100 fitur yang terhubung dengan berbagai aggregator terbaik.

Hingga akhir Agustus 2022, nilai transaksi BRImo mencapai Rp1.567 triliun dengan rata-rata pertumbuhan pengguna mencapai 700.000 hingga 800.000 per bulan. Sementara itu, pengguna transaksi BRImo tercatat mencapai 20,24 juta orang.

Upaya memacu pertumbuhan ekonomi digital juga dilakukan oleh BCA melalui pengembangan aplikasi BCA Mobile, yang diklaim menjadi primadona nasabah dan telah mewujud fitur digital banking dengan peningkatan transaksi secara signifikan.

Executive Vice President Secretaris & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan bahwa perseroan secara konsisten menghadirkan serangkaian inovasi pada kanal mobile banking, seperti fitur BCA Keyboard, BagiBagi, Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS, Buka Rekening Online, Cardless, Debit Online, dan Lifestyle.

“Ke depan, BCA berkomitmen untuk mengikuti perkembangan era terkini di tengah perubahan teknologi digital, perilaku nasabah dan perkembangan lingkungan bisnis,” tuturnya.

Hera mengatakan nilai transaksi mobile banking BCA mencapai Rp 2.554 triliun pada semester I/2022. Capaian ini diikuti dengan volume transaksi yang mencapai 3,6 miliar atau tumbuh 53 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara itu, Bank Indonesia mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital mengalami kenaikan ditopang oleh meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking.

Sampai dengan Juli 2022, bank sentral melaporkan bahwa nilai transaksi digital banking meningkat 27,82 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp 4.359,7 triliun pada Juli 2022. Adapun nilai transaksi uang elektronik tumbuh 39,76 persen yoy mencapai Rp 35,5 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca bri perbankan mobile banking ekonomi digital
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top