Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AAUI Bicara Potensi Garap Asuransi Kendaraan Listrik

AAUI menilai pengembangan kendaraan bermotor listrik di Indonesia merupakan peluang bagi industri asuransi umum.
Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai pengembangan kendaraan bermotor listrik di Indonesia merupakan peluang bagi industri asuransi umum.

Wakil Ketua AAUI untuk Bidang Teknik 3 Delil Khairat mengatakan, asuransi untuk segmen kendaraan listrik memang perlu dicermati ke depan seiring pemerintah terus mendorong pengembangan kendaraan ramah lingkungan tersebut.

"Pemerintah juga mencanangkan Indonesia dapat menjadi pemain penting dalam supply chain baterai untuk kendaraan listrik. Dari sisi asuransi, kami perlu optimistis dengan peluang ini," ujar Delil, Rabu (21/9/2022).

Namun, lanjut Delil, peluang tersebut juga perlu dicermati secara hati-hati. Hal ini mengingat risiko dari kendaraan listrik tentunya berbeda dengan risiko pada kendaraan bermotor konvensional.

"Kendaraan listri itu membawa risiko yang beda dari konvensional sehingga cara kami cover [beri perlindungan] dan pricing [premi] perlu pertimbangan secara lebih spesifik," katanya.

Adapun, pendapatan premi industri asuransi umum salah satunya ditopang dari lini bisnis asuransi kendaraan bermotor. Per kuartal II/2022, asuransi kendaraan bermotor masih menjadi kontributor terbesar kedua dengan kontribusi mencapai 19 persen terhadap total premi dicatat asuransi umum.

Premi dicatat asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp8,7 triliun sepanjang semester I/2022 atau tumbuh 18,3 persen year-on-year.

Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI Trinita Situmeang menuturkan, hingga saat ini belum ada pencatatan secara terpisah antara premi asuransi kendaraan bermotor konvensional dengan kendaraan listrik.

"Diharapkan dengan berjalannya waktu dan kesiapan industri bisa memberikan statistik lebih baik kami bisa tangkap profil asuransi kendaraan listrik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper