Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri (BMRI) Sebut Keamanan Data Pribadi jadi Senjata Utama Bank

Bank Mandiri (BMRI) berharap kehadiran UU Perlindungan Data Pribadi ini diharapkan mampu menjadi landasan hukum yang kuat.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 22 September 2022  |  07:43 WIB
Bank Mandiri (BMRI) Sebut Keamanan Data Pribadi jadi Senjata Utama Bank
Ilustrasi perlindungan data pribadi saat belanja di toko online atau e-commerce. - Freepik.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menilai bahwa menjaga perlindungan data pribadi nasabah merupakan modal utama dalam menjaga kepercayaan.

Pasalnya, di era digitalisasi dan perkembangan teknologi informasi atau IT yang semakin pesat, bank pelat merah bersandi saham BMRI itu menyadari pentingnya menjaga keamanan data pribadi nasabah dari ancaman serangan siber.

Sebagaimana diketahui, Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) baru saja disahkan menjadi Undang-undang (UU) dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (20/9/2022). Kehadiran UU PDP ini diharapkan mampu menjadi landasan hukum yang kuat dan memastikan negara menjamin perlindungan data pribadi di Tanah Air.

"Dapat kami sampaikan, Bank Mandiri tentunya menyambut baik kebijakan tersebut [UU PDP] untuk memperkuat keamanan data nasabah yang dapat memberikan kenyamanan secara lebih kepada nasabah," kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha kepada Bisnis, Kamis (22/9/2022).

Selain dari sisi internal bank, BMRI memandang bahwa juga diperlukan pengawasan dari pemerintah maupun regulator dalam memberikan panduan untuk melakukan pengamanan data pribadi nasabah, serta melakukan review dan pemeriksaan secara berkala. Langkah ini dilakukan guna memastikan implementasi pengamanan data pribadi nasabah berjalan dengan baik dan optimal.

Oleh sebab itu, Bank Mandiri mengimplementasikan pengamanan berlapis untuk meminimalisir risiko pembobolan data nasabah, mulai dari aspek people, process, dan technology.

Rudi membeberkan, pada aspek people, Bank Mandiri senantiasa meningkatkan knowledge dan awareness pegawai dalam mengelola keamanan informasi.

Selanjutnya untuk aspek process, Rudi menjelaskan bahwa dalam setiap pengembangan aplikasi yang dilakukan melalui System Development Life Cycle (SDLC). Dalam aspek initerdapat proses security review mulai dari tahap desain juga security assessment, sejalan dengan proses pengembangan untuk memastikan keamanan data nasabah dalam aplikasi yang sedang dikembangkan. 

Lalu pada aspek technology, Bank Mandiri senantiasa mengikuti perkembangan jenis serangan siber yang dapat digunakan untuk mencuri data nasabah serta perkembangan teknologi yang ada untuk dapat memitigasi risiko kebocoran data.

"Bank Mandiri senantiasa memilih teknologi yang terbaik dan tepat sasaran dalam meningkatkan keamanan aplikasi," imbuhnya.

Rudi menambahkan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi yang sejalan dengan peningkatan ancaman serangan siber, Bank Mandiri turut mengimplementasikan berbagai tools untuk mendeteksi dan mencegah upaya kebocoran data.

"Bank Mandiri juga melakukan peremajaan sistem secara berkala untuk menjaga agar operating system yang digunakan selalu dalam kondisi updated dalam konteks versi maupun patch, sehingga dapat memitigasi celah keamanan pada sistem," lanjutnya. 

Di samping itu, Bank Mandiri juga memiliki unit yang secara 24x7 atau setiap saat dan real time melakukan pemantauan dan pencegahan atas upaya-upaya serangan siber terhadap Bank Mandiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri perlindungan data pribadi teknologi informasi perbankan
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top