Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNI (BBNI) Dapat Fasilitas Kredit Rp7,51 Triliun, Mau Buat Apa?

Bank BNI (BBNI) menyalurkan fasilitas pinjaman senilai US$500 juta atau sekitar Rp7,51 triliun (kurs Rp15.034,7 per dolar AS).
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 23 September 2022  |  02:00 WIB
BNI (BBNI) Dapat Fasilitas Kredit Rp7,51 Triliun, Mau Buat Apa?
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu kantor cabang BNI di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (30/6/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) atau Bank BNI menyatakan telah melakukan penandatangan perjanjian fasilitas pinjaman senilai US$500 juta atau sekitar Rp7,51 triliun (kurs Rp15.034,7 per dolar AS).

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut dilakukan pada 19 September 2022 dengan nomor surat KMP/7/4681.

Sekretaris Perusahaan BNI Okki Rushartomo menjelaskan BNI telah menandatangani Facility Agreement atas fasilitas pinjaman sebesar US$500 juta dengan 5 perusahaan, di antaranya Bank of China (Hongkong) Ltd., Citigroup Global Markets Asia Ltd., CTBC Bank Co. Ltd., Oversea-Chinese Banking Corporation Ltd., dan United Overseas Bank Ltd. yang bertindak sebagai Mandated Lead Arrangers & Bookrunners (MLAB).

“Adapun yang bertindak sebagai Agen untuk fasilitas pinjaman adalah CTBC Bank Co. Ltd.,” jelas Okki dalam keterbukaan informasi, Kamis (22/9/2022).

Sementara itu, fasilitas pinjaman tersebut berjangka waktu 3 tahun dan bersifat clean basis (tanpa jaminan). Lebih lanjut, fasilitas pinjaman tersebut juga akan digunakan antara lain untuk pembiayaan kembali utang yang telah ada (debt refinancing).

Jika menilik laporan keuangan perseroan, sepanjang paruh pertama 2022, bank pelat merah bersandi saham BBNI itu membukukan penyaluran kredit sebesar Rp620,42 triliun atau naik 8,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Untuk pencairan kredit mengalami pertumbuhan dari Rp59,3 triliun menjadi Rp74,3 triliun, yang utamanya disalurkan kepada top tier debitur korporasi.

Lebih lanjut, akselerasi penyaluran kredit ini menjadikan pembiayaan ke segmen korporasi swasta yang tumbuh 14,7 persen yoy menjadi Rp205,3 triliun, mengekor segmen large commercial naik 31,2 persen yoy menjadi Rp48,5 triliun, segmen small juga tumbuh 10,2 persen yoy dengan nilai kredit Rp100,2 triliun. Secara keseluruhan, kredit di sektor business banking tumbuh 7,7 persen yoy menjadi Rp512,3 triliun.

Adapun dari sisi kredit konsumer, BNI mencetak kinerja pada bisnis kredit payroll dengan pertumbuhan 19,6 persen yoy menjadi Rp39,1 triliun dan kredit pemilikan rumah atau KPR meningkat 7,6 persen yoy menjadi Rp51,2 triliun pada semester I/2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni bbni kredit
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top