Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajah BUMN 2022: Menakar Bank Digital UMKM Pertama di Indonesia Besutan BNI (BBNI)

Lebih dari 30 juta UMKM yang terhubung dengan digital, termasuk yang tergabung dalam ekosistem Bank Mayora, berpotensi menjadi nasabah bank digital BBNI.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 26 September 2022  |  10:22 WIB
Jelajah BUMN 2022: Menakar Bank Digital UMKM Pertama di Indonesia Besutan BNI (BBNI)
Tim Jelajah BUMN 2022 melakukan pembayaran menggunakan pindai QRIS dalam BNI Mobile Banking di Balkondes Karangrejo, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (17/9)/ - Himawan L Nugraha.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Keseriusan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dalam mendorong UMKM naik kelas melalui kanal digital dibuktikan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menyulap Bank Mayora menjadi bank digital UMKM pertama di Indonesia yang akan diluncurkan pada kuartal I/2023.

Lebih dari 30 juta UMKM yang terhubung dengan digital, termasuk yang telah tergabung dalam ekosistem Bank Mayora, berpotensi menjadi nasabah bank digital besutan emiten berkode saham BBNI tersebut.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan bahwa proses digitalisasi terus berjalan di perseroan. BNI berupaya meningkatkan pengalaman para nasabah dalam menggunakan layanan perbankan.

Tidak berhenti di situ, lanjutnya, BNI bahkan rencananya meluncurkan bank digital khusus UMKM pertama di Indonesia. BNI akan mengubah Bank Mayora menjadi bank yang khusus fokus menggarap UMKM.

“Kami konversi Bank Mayora menjadi Bank Digital UMKM Pertama di Indonesia. Mudahan-mudahan kuartal I/2023. Banknya sudah berjalan saat ini, kami tinggal menyiapkan teknologinya,” kata Royke kepada Bisnis di sela-sela pelepasan Tim Jelajah BUMN 2022 beberapa waktu lalu.

Untuk mendorong agar UMKM dapat memanfaatkan pembiayaan dari bank digital UMKM milik BNI, kata Royke, bank digital UMKM BNI akan menghadirkan bunga yang kompetitif. Hal tersebut dapat terjadi karena secara biaya, bank digital BNI akan dibuat sangat efisien dan efektif.

Bank digital UMKM BNI tidak akan memiliki banyak kantor cabang dan mengedepankan sentuhan teknologi dalam melayani nasabah UMKM.

“Bank digital tidak perlu banyak cabang. Semua aplikasi dari digital, pencairan digital, pelanggannya nanti juga mindsetnya digital. Itukan costnya murah, dan sudah pasti bunganya murah. Jadi dampaknya akan ke UMKM,” kata Royke.

Upaya BNI untuk meraup pasar UMKM melalui bank digital cukup realistis. Kementerian Koperasi dan UKM melaporkan per Juni 2022 sebanyak 19,5 juta UMKM atau 30,4 persen dari total UMKM telah bergabung dengan ekosistem digital. 

Pemerintah terus mendorong lebih banyak UMKM masuk ke ekosistem digital dengan target pada 2024 mencapai 30 juta UMKM. Banyaknya UMKM yang terjun ke digital tentunya untuk menjangkau masyarakat Indonesia yang makin terkoneksi dengan Internet. 

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan per kuartal I/2022 jumlah pengguna Internet di Indonesia mencapai 210,02 juta pengguna (tingkat penetrasi 77,02 persen), meningkat 6,78 persen dibandingkan dengan 2021 yang sebanyak 196,7 juta pengguna.

Dari jumlah tersebut, menurut survei yang dilakukan APJII terhadap 7.568 responden, sebanyak 79 persen responden mengaku menggunakan Internet untuk transaksi online dan sebanyak 21,26 persen responden selalu mengakses konten belanja daring, lebih tinggi dibandingkan dengan akses ke konten game (14,23 persen) dan aplikasi video online (4,79 persen).

Laporan APJII juga menyebutkan bahwa sebanyak 41,39 persen UMKM sangat bergantung dengan Internet. Sebanyak 73,42 persen UMKM telah menggunakan Internet lebih dari 2 tahun, dengan 47,92 persen UMKM menggunakan Internet sekitar 6 jam - 10 jam.

Sementara itu, merujuk pada laporan presentasi korporasi, pada semester I/2022 total kredit UMKM (small) yang disalurkan BNI mencapai Rp100,2 triliun, tumbuh 10,2 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dari jumlah tersebut, kredit usaha rakyat (KUR) berkontribusi sebesar Rp49 triliun, tumbuh 26,5 persen, sementara itu non KUR sebesar Rp51,2 triliun. 

Meski mengalami pertumbuhan signifikan, peluang BNI untuk memacu pertumbuhan kredit dari UMKM masih sangat besar, mengingat porsi kredit UMKM baru 16,2 persen dari total kredit. Mayoritas atau 50,2 persen kredit BNI disumbangkan oleh sektor korporasi.

Kehadiran bank digital UMKM pertama di Indonesia besutan BNI berpotensi membuat kredit UMKM BNI makin berkembang.  Dengan beragam solusi digital yang ditawarkan bagi pelaku UMKM, masyarakat menantikan kontribusi bank digital UMKM dari BNI ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbni bni umkm Bank Digital
Editor : Thomas Mola
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top