Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski PHK Lebih 5 Persen Karyawan, Xendit Disebut Fintech Paling Menjanjikan

Xendit dan Pluang disebut Fintech paling menjanjikan pada 2022 seiring model bisnis yang dijalankan.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 06 Oktober 2022  |  10:47 WIB
Meski PHK Lebih 5 Persen Karyawan, Xendit Disebut Fintech Paling Menjanjikan
Ilustrasi Xendit. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dua perusahaan teknologi berbasis keuangan di Tanah Air yakni Xendit dan Pluang menjadi perusahaan financial technology yang paling menjanjikan. 

Berdasarkan data CB Insights dalam Fintech 250 yang dikutip Kamis (6/10/2022), daftar tahunan 250 perusahaan fintech swasta paling menjanjikan di dunia itu memasukkan dua startup dari Tanah Air. 

Xendit sendiri adalah startup payment gateway dalam kelompok fintech yang paling menjanjikan pada 2022. Penobatan ini terjaadi di tengah langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan pada pekan ini.

CB Insights memilih 250 pemenang ini dari kumpulan lebih dari 12.500 perusahaan swasta yang memenuhi syarat, termasuk pelamar dan calon.

Pemilihan ini dipilih faktor-faktor termasuk skor Mosaic eksklusif, pendanaan, potensi pasar, hubungan bisnis, profil investor, analisis sentimen berita, lanskap kompetitif, kekuatan tim, dan kebaruan teknologi. Maka dari daftar tersebut, Xendit bersama Pluang menjadi fintech yang termasuk menjanjikan pada tahun ini. 

Sementara itu, Chief Operating Officer Xendit Tessa Wijaya saat dikonfirmasi mengenai PHK mengatakan Xendit selalu mencoba untuk menyiapkan rencana bisnis terbaik. Namun, situasi makroekonomi yang tidak menentu saat ini memaksa pihaknya untuk melakukan rightsizing struktur dan sumber daya tim.

Hal ini didasarkan pada strategi bisnis yang progresif melihat situasi ke depan dan telah melalui pertimbangan yang komprehensif untuk memastikan bahwa kami siap dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

"Melakukan rightsizing tim adalah sebuah keputusan yang sangat sulit. Namun, tetap harus diambil untuk optimalisasi posisi kami dijangka pendek maupun jangka panjang untuk perkembangan perusahaan. Sekitar 5 persen dari tim kami di Indonesia dan di Filipina terkena dampak dari keputusan ini," kata Tessa kepada Bisnis, Selasa (4/10/2022).

 

 

 

 

 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech xendit pinjol
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top